Selasa, 16 Februari 2010
di
07.22
|
Baluran Cahaya Kunang Kunang Tersesat
Mencari Arah Dimana Gelap Terdamai Tuk Bertempat
Akhirnya, Ditangan Seorang Pengelana
Ia Bertengger Diantara Dukanya
Kunang Cahayakan Wajahnya
Pengelana Benar Benar Sendiri
Berkelana Seumur Malam
Berteman Sang Kunang
Pengelana Hendak Temukan Cahaya Abadi
Bukan Temaram
Kunang Kunang Inginkan Malam Sepanjang Zaman
Pengelana Cari Cahaya Sepanjang Musim
Persahabatan Indah Itu Begitu Semu
Hanya Terbatas Ingin Yang Berbeda
Karena Bisu Sang Kunang
Pengelana Tak Tahu Bahwa Kunang Tak Ingin Gelap Berakhir
Disisi Lain Sang Pengelana Tak Mau Gelap Berpanjangan
Kunang Ingin Cahayakan Hidup Pengelana Dengan Sinarnya
Tapi Pengelana Sadar Itu Tidaklah Selamanya
Dihati Sang Kunang Hanya Takut Kehilangan Warna Dihari Terang
Dan Kehilangan Tempat Bertengger Terdamai
Tapi Bagi Kelana Gelap Adalah Kesedihan Tak Terdefenisi
Luntang Lantung Berkelana Tak Bertuju
Menjadikan Cahaya Kunang Kunang
Tempat Menambah Doa
Menjadikan Cahaya Kunang Kunang Wadah Menambal Duka
Menjadikan Cahaya Kunang Kunang Ruang Menambah Ibadah
Nb : Sebuah Ibarat, Dunia Penuh Gemerlap (Kunang Kunang) Dan Pengelana (Manusia)
Adalah Persahabatan Semu Yang Berlainan Kehendak, Manusia Inginkan Cahaya Abadi (syurga) Sementara Dunia Inginkan Manusia Tetap Yakin Bahwa Gemerlap Dunia Adalah Selamanya Yang Sebenarnya Gelap (Neraka) Dan Fana. Jadi Alangkah Baiknya Manusia Menjadikan Gemerlap Dunia Ladang, Doa, Amal dan Ibadah Pada_Nya.
Mencari Arah Dimana Gelap Terdamai Tuk Bertempat
Akhirnya, Ditangan Seorang Pengelana
Ia Bertengger Diantara Dukanya
Kunang Cahayakan Wajahnya
Pengelana Benar Benar Sendiri
Berkelana Seumur Malam
Berteman Sang Kunang
Pengelana Hendak Temukan Cahaya Abadi
Bukan Temaram
Kunang Kunang Inginkan Malam Sepanjang Zaman
Pengelana Cari Cahaya Sepanjang Musim
Persahabatan Indah Itu Begitu Semu
Hanya Terbatas Ingin Yang Berbeda
Karena Bisu Sang Kunang
Pengelana Tak Tahu Bahwa Kunang Tak Ingin Gelap Berakhir
Disisi Lain Sang Pengelana Tak Mau Gelap Berpanjangan
Kunang Ingin Cahayakan Hidup Pengelana Dengan Sinarnya
Tapi Pengelana Sadar Itu Tidaklah Selamanya
Dihati Sang Kunang Hanya Takut Kehilangan Warna Dihari Terang
Dan Kehilangan Tempat Bertengger Terdamai
Tapi Bagi Kelana Gelap Adalah Kesedihan Tak Terdefenisi
Luntang Lantung Berkelana Tak Bertuju
Menjadikan Cahaya Kunang Kunang
Tempat Menambah Doa
Menjadikan Cahaya Kunang Kunang Wadah Menambal Duka
Menjadikan Cahaya Kunang Kunang Ruang Menambah Ibadah
Nb : Sebuah Ibarat, Dunia Penuh Gemerlap (Kunang Kunang) Dan Pengelana (Manusia)
Adalah Persahabatan Semu Yang Berlainan Kehendak, Manusia Inginkan Cahaya Abadi (syurga) Sementara Dunia Inginkan Manusia Tetap Yakin Bahwa Gemerlap Dunia Adalah Selamanya Yang Sebenarnya Gelap (Neraka) Dan Fana. Jadi Alangkah Baiknya Manusia Menjadikan Gemerlap Dunia Ladang, Doa, Amal dan Ibadah Pada_Nya.
Diposting oleh
My Imagine Exploring



0 komentar:
Posting Komentar