Jumat, 24 September 2010
di
03.23
|
segalanya
yang kau ambil dengan paksa
kau buang sejauh daya
tak peduli ini adalah rasa
dari kejauhan kuhanya bisa melihatmu, memperhatikanmu yang hanya mampu mempermainkan kehidupan, tak berfikir ada aku, dia dan mereka
kau tersenyum
bukan sebagai keindahan yang kau simpan untuk kau bagi
tertawamu nyaring bergetar memecahkan sunyi yang kau ciptakan sendiri
tak terfikir olehku
sejak kapan aku menyukaimu
menyukai ketakpadanku denganmu
selalu berhasrat menyelami dirimu yang tersembunyi
misterius menyimpan banyak racun dan duri duri
diam-diam dalam hening coba kufahami makna apatisnya dirimu
diam diam dalam hening pula ku membodohkan diri yang menyukai tingkah liarmu
diam-diam mencintai memang kebodohan
sesekali mata bertemu
tapi senyum tak sempat beradu
kau mengalihkan mata pada salju
ku tundukkan mata dalam sendu
kuingin masuki lorong matamu
melihat jiwamu terdalam
menyibak jendela hatimu perlahan
tapi tirai tebal kau tutupkan
apa aku harus lafalkan jimat
jampi-jampikanku dengan ayat
agar kutersadar, kumencintai iblis yang coba bermunajat
menyembah-nyembahmu seperti ibadat
kebodohan apa lagi yang kubuat
menyukaimu begitu hebat
yang memiliki senyum tersadis
yang meyuburkan sifat apatis
cinta diam-diam memang kebodohan
segalanya
yang kuberi dengan cinta
kutak peduli kau buang sejauh daya
ku tak peduli ini adalah rasa
rasa 'CINTA DIAM_DIAM'
yang kau ambil dengan paksa
kau buang sejauh daya
tak peduli ini adalah rasa
dari kejauhan kuhanya bisa melihatmu, memperhatikanmu yang hanya mampu mempermainkan kehidupan, tak berfikir ada aku, dia dan mereka
kau tersenyum
bukan sebagai keindahan yang kau simpan untuk kau bagi
tertawamu nyaring bergetar memecahkan sunyi yang kau ciptakan sendiri
tak terfikir olehku
sejak kapan aku menyukaimu
menyukai ketakpadanku denganmu
selalu berhasrat menyelami dirimu yang tersembunyi
misterius menyimpan banyak racun dan duri duri
diam-diam dalam hening coba kufahami makna apatisnya dirimu
diam diam dalam hening pula ku membodohkan diri yang menyukai tingkah liarmu
diam-diam mencintai memang kebodohan
sesekali mata bertemu
tapi senyum tak sempat beradu
kau mengalihkan mata pada salju
ku tundukkan mata dalam sendu
kuingin masuki lorong matamu
melihat jiwamu terdalam
menyibak jendela hatimu perlahan
tapi tirai tebal kau tutupkan
apa aku harus lafalkan jimat
jampi-jampikanku dengan ayat
agar kutersadar, kumencintai iblis yang coba bermunajat
menyembah-nyembahmu seperti ibadat
kebodohan apa lagi yang kubuat
menyukaimu begitu hebat
yang memiliki senyum tersadis
yang meyuburkan sifat apatis
cinta diam-diam memang kebodohan
segalanya
yang kuberi dengan cinta
kutak peduli kau buang sejauh daya
ku tak peduli ini adalah rasa
rasa 'CINTA DIAM_DIAM'
Diposting oleh
My Imagine Exploring



0 komentar:
Posting Komentar