Sabtu, 04 Desember 2010
di
09.14
|
Dua Anak Manusia
Seliweran
Dijalan Beraspal Yang Basah
Memang Hampir Seharian Air Terus Menetes Dari Atas
Meski Tak Sampai Merobohkan Pohonan Pinggir Jalan
Tapi Cukup Memusingkan Banyak Orang
Tak Terkecuali Dua Anak Manusia Kucel Dekil
Meski Demikian Dengan Senjata Pamungkas Para Pengendara Motor Kebanyakan
Jas Hujan Yang Lebih Mirip Baju Penyihir Jahat Tak Pernah Dicuci
Siap Menemani Dua Makhluk Aneh Yang Mencari Bidadari Kesasar
Ironis Memang Kucel Begitu Berharap Bertemu Bidadari
Tapi Begitulah Cara Mereka Mencari Sensasi
Dengan Kecepatan Rata-Rata Pengendara Motor Yang Patuh Peraturan Lalu Lintas
Melaju Menerobos Rintik Hujan Yang Membekas Bundar Besar Dan Pecah Dijas Hujan Sipengemudi
Tubuh Menggigil Tak Perduli, Padahal Bibir Sudah Pucat Pasi
Entah Apa Yang Mereka Cari Dijalanan Beraspal Basah
Apa Menunggu Ada Satu Pohon Menjatuhi Mereka
Dan Mati Disambar Petir
Atau Mati Dilindes Angkot Yang Lewat Kian Banyak
Tapi Itulah Cara Mereka Mencari Sensasi
Berharap Berjumpa Bidadari Kesasar Dipinggir Kali
Dan Meminta Tumpangan Dipulangkan Kekahyangan Dengan Naik Motor
Yah Bisa Saja!!!
Dia Meminjamkan Sayapnya Untuk Menerbangkan Motor Mereka Kekahyangan
Disana Khan Gak Ada Polisi
Jadi Tak Apa Kalau Harus Naik Bertiga Di Satu Motor
Tapi Kenapa Tak Terbang Saja Dia Sendiri
Menggunakan Sayapnya
Ah,,,,
'Bodohnya Kita'
Hardik Sipengemudi
Khayalan Terlalu Jauh
Bisa-Bisanya Bidadari Kesasar Dipinggir Kali
Emang Kali Yang Mana
Disini Kali Sudah Menjadi Tong Sampah
Kahyangan Yang Mana
Sepertinya Semua Kahyangan Sudah Global Warming Juga
Dibuat Asap Pabrik, CFC, Gas Karbon Dioksida, Dan Gas Aneh Lainnya
'Iya, Ya'
Sahut Teman Satunya
Tapi Mereka Tetap Melaju
Kebetulan Disalah Satu Tempat
Ada Khusus Event Yang Mendatangkan Bidadari
Ternyata Itulah Tujuan Mereka Berdua Bela-Belain Melaju Dirintik Hujan
Lampu Merah Ditiap 30 Meter Terus Ada Menghalangi
Sempit-Sempitan Berbagi Ruas Jalan
Suara Sirine Supir Angkot Terus Berbunyi
Diiringi Suara Emosi Dari Mulut Mereka
Ternyata Senang Melaknat Kalau Jalan Mereka Diembat
Ditambah Lagi Pengamen Menyanyikan Lagu Yang Itu-itu Saja
Tiap Mereka Melewati Jalan Yang Sama
Semua Mereka Acuhkan
Tak Perduli 6 Milyar Penduduk Egois Bersuara Lantang
Hanya Ingin Bertemu Bidadari
Di Event Yang Mendatangkan Si Bidadari Itu
Mereka Melangkah Cepat
Seolah-Olah Tak Mau Terlambat Melihat Bidadari Sedang Mandi
Tetapi Sesampainya Mereka
Cuma Pajangan Fotonya Saja Yang Terus Tersenyum
Tergantung Ditiap Dimana Tubuh Mereka Berdiri
Bidadarinya Sudah Pergi
Mungkin Si Bidadari Kebelet Pipis
Menyaksikan Mimik Manusia Yang Dilihatnya Dibumi Seperti Kloset
Si Dua Anak Manusia Kucel Lunglai
Dengkul Terasa Kosong
Kaki Tak Bertulang
Kecewa Yang Mereka Rasakan
Membuat Mereka Terus Memaki Nasib Mereka
Awalnya Seliweran Berharap Ketemu Bidadari Kesasar
Dipinggir Kali
Gagal
Ada Event Mendatangkan Si Bidadari Yang Bukan Kesasar
Berjumpa Tak Jadi Malah Sibidadari Sudah Pergi
Gagal Total
Mencari Sensasi
Dikegilaan Tak Bertuju Pasti
Seliweran
Dijalan Beraspal Yang Basah
Memang Hampir Seharian Air Terus Menetes Dari Atas
Meski Tak Sampai Merobohkan Pohonan Pinggir Jalan
Tapi Cukup Memusingkan Banyak Orang
Tak Terkecuali Dua Anak Manusia Kucel Dekil
Meski Demikian Dengan Senjata Pamungkas Para Pengendara Motor Kebanyakan
Jas Hujan Yang Lebih Mirip Baju Penyihir Jahat Tak Pernah Dicuci
Siap Menemani Dua Makhluk Aneh Yang Mencari Bidadari Kesasar
Ironis Memang Kucel Begitu Berharap Bertemu Bidadari
Tapi Begitulah Cara Mereka Mencari Sensasi
Dengan Kecepatan Rata-Rata Pengendara Motor Yang Patuh Peraturan Lalu Lintas
Melaju Menerobos Rintik Hujan Yang Membekas Bundar Besar Dan Pecah Dijas Hujan Sipengemudi
Tubuh Menggigil Tak Perduli, Padahal Bibir Sudah Pucat Pasi
Entah Apa Yang Mereka Cari Dijalanan Beraspal Basah
Apa Menunggu Ada Satu Pohon Menjatuhi Mereka
Dan Mati Disambar Petir
Atau Mati Dilindes Angkot Yang Lewat Kian Banyak
Tapi Itulah Cara Mereka Mencari Sensasi
Berharap Berjumpa Bidadari Kesasar Dipinggir Kali
Dan Meminta Tumpangan Dipulangkan Kekahyangan Dengan Naik Motor
Yah Bisa Saja!!!
Dia Meminjamkan Sayapnya Untuk Menerbangkan Motor Mereka Kekahyangan
Disana Khan Gak Ada Polisi
Jadi Tak Apa Kalau Harus Naik Bertiga Di Satu Motor
Tapi Kenapa Tak Terbang Saja Dia Sendiri
Menggunakan Sayapnya
Ah,,,,
'Bodohnya Kita'
Hardik Sipengemudi
Khayalan Terlalu Jauh
Bisa-Bisanya Bidadari Kesasar Dipinggir Kali
Emang Kali Yang Mana
Disini Kali Sudah Menjadi Tong Sampah
Kahyangan Yang Mana
Sepertinya Semua Kahyangan Sudah Global Warming Juga
Dibuat Asap Pabrik, CFC, Gas Karbon Dioksida, Dan Gas Aneh Lainnya
'Iya, Ya'
Sahut Teman Satunya
Tapi Mereka Tetap Melaju
Kebetulan Disalah Satu Tempat
Ada Khusus Event Yang Mendatangkan Bidadari
Ternyata Itulah Tujuan Mereka Berdua Bela-Belain Melaju Dirintik Hujan
Lampu Merah Ditiap 30 Meter Terus Ada Menghalangi
Sempit-Sempitan Berbagi Ruas Jalan
Suara Sirine Supir Angkot Terus Berbunyi
Diiringi Suara Emosi Dari Mulut Mereka
Ternyata Senang Melaknat Kalau Jalan Mereka Diembat
Ditambah Lagi Pengamen Menyanyikan Lagu Yang Itu-itu Saja
Tiap Mereka Melewati Jalan Yang Sama
Semua Mereka Acuhkan
Tak Perduli 6 Milyar Penduduk Egois Bersuara Lantang
Hanya Ingin Bertemu Bidadari
Di Event Yang Mendatangkan Si Bidadari Itu
Mereka Melangkah Cepat
Seolah-Olah Tak Mau Terlambat Melihat Bidadari Sedang Mandi
Tetapi Sesampainya Mereka
Cuma Pajangan Fotonya Saja Yang Terus Tersenyum
Tergantung Ditiap Dimana Tubuh Mereka Berdiri
Bidadarinya Sudah Pergi
Mungkin Si Bidadari Kebelet Pipis
Menyaksikan Mimik Manusia Yang Dilihatnya Dibumi Seperti Kloset
Si Dua Anak Manusia Kucel Lunglai
Dengkul Terasa Kosong
Kaki Tak Bertulang
Kecewa Yang Mereka Rasakan
Membuat Mereka Terus Memaki Nasib Mereka
Awalnya Seliweran Berharap Ketemu Bidadari Kesasar
Dipinggir Kali
Gagal
Ada Event Mendatangkan Si Bidadari Yang Bukan Kesasar
Berjumpa Tak Jadi Malah Sibidadari Sudah Pergi
Gagal Total
Mencari Sensasi
Dikegilaan Tak Bertuju Pasti
Diposting oleh
My Imagine Exploring
Label:
4 desember 2010 : Dian Sastrowardoyo



0 komentar:
Posting Komentar