IBU
Selasa, 07 Desember 2010 di 09.40 | 0 komentar  

Ibu!!!!
Padi Yang Kita Tanam Sudah Mulai Menguning Ya?
Seandainya Burung-Burung Tak Menuntut Jatah Rezekinya 
Juga Tikus-Tikus Tak Beranak Pinak
Tentulah Kita Akan Panen Banyak
Cabai Dan Tomat Yang Ibu Tanam Juga Sudah Banyak Yang Berwarna Merah
Kenapa Sih Bu,  Saat Menanam Padi Kita Juga Harus Menanam Cabai
Dan Tomat Juga Tanaman Kecil Lainnya?
Kenapa Tak Padi Saja, Khan Nutrisi Tanah Akan Lebih Banyak Diserap Padi
Supaya Padinya Cepat Besar, Berbuah, Trus Cepat Pula Dipanennya
Oh, Apa Karena Tumpang Sari Yang Pernah Ibu Bilang Ya?
Atau Ada Alasan Lainnya Ya Bu
Oh Ia Bu, Aku Ingat Ibu Pernah Bilang Kalau Rezeki Tiap Makhluk Dibumi Sudah Diatur Sama ALLAH,
Jadi Tak Perlu Takut Rezeki Siapa Dan Apapun Di Bumi Ini Akan Diambil Siapa Dan Apapun Juga
Jadi Maksudnya Rezeki Nutrisi Sipadi Takkan Diambil Si Cabai, Si Tomat, Dan Si Tanaman Lainnya Yang Ditanam Bersama-Sama
Begitu Ya Bu?

Ibu
Jalan Setapak Yang Kita Lalui Setiap Hari Keladang Apakah Masih Becek,
Apakah Kalau Musim Hujan Masih Banyak Lintah Dan Pacet Nya?
Aku Khan Tahu Ibu Paling Takut Sama Dua Binatang Itu
Kalau Gubuk Tempat Kita Berteduh Saat Panas Juga Hujan Apakah Masih  Kokoh Untuk Menampung Badan Kita
Kucing Kesayangan Ibu Masih Hidup Khan?
Siapa Namanya Ibu Buat, Kitty, Sweety, Bunty Atau Apa Bu
Aku Lupa, Lucu Sekali Kucing Ibu Itu
Sampai Aku Sama Sikucing Musuh-Musuhan
Karena Ibu Sayangnya  Sama Kucing Ibu Sama Sayangnya Sama Aku
 Khan Aku Cemburu! Heheh
Aku Teringat Saat Ibu Memasakkan Sayur Kesukaanku Digubuk Reot Kita Itu
Apalagi Kalau Bukan Sayur Daun Ubi Tumbuk
Plus Sambal Tumbuk Ikan Lele
Masakan Ibu Memang Paling Enak Didunia
Masakan Sederhana Bisa Membuat Kalah Makanan Mahal Direstoran Yang Selalu Dibangga-Banggakan Anak Orang Kaya Bu
Apalagi Kita Makan Bertiga Diladang Aku, Ibu Dan Ayah
Sangat Sempurna Rasanya Bu
Ditambah Angin Sejuk Perladangan Juga Pemandangan Indahnya

Ibu
Kita Petani Ya Bu?
Ibu Khan Yang Mengajarkan Aku Bagaimana Caranya Membuat Lubang Untuk Ditanami Benih Padi Dan Jagung
Ibu Juga Yang Mengajarkan Aku Bagaimana Caranya Mencabut Ubi Kayu Juga Ubi Rambat
Tapi Aku Malah Senang Mencabut Bengkoang
Khan Ibu Tahu Kalau Aku Paling Suka Buah Bengkoang
Buahnya Putih, Rasanya Manis Juga Banyak Airnya
Kalau Aku Tak Ikut Keladang Ibu Selalu Bawakanku Buah Bengkoang Yang Besar
Dan Akupun Senangnya Minta Ampun Sampai Kakak Yang Meminta Sebagian Bengkoangku Tak Kuberi
Kalau Sawit Yang Ditanam Dua Tahun Lalu Gimana Bu Perkembangannya?
Tidak Habis Dimakan Si Babi Khan Bu?
Apa Sudah Besar-Besar Pohonnya
Aku Sangat Rindu Ingin Keladang Bu
Aku Senang Kita Adalah Petani
Tapi Sekarang Aku Malah Ibu Suruh Supaya Kuliah Supaya Jangan Jadi Petani Tapi Jadi Orang Besar
Ibu Khan Tahu Kalau Jadi Orang Besar Itu Juga Besar Tanggung Jawabnya Bu
Kalau Ibu Tahu Orang-Orang Besar Dikota Ini Kebanyakan Angkuhnya Ibu Takkan Mau Aku Jadi Orang Besar
Bayangkan Saja Bu
Sedikit Saja Orang Tuanya Punya Harta
Sudahlah, Mereka Bakal Menganggap Orang Kecil Seperti Kita Sangat Sangat Tak Berarti
Tapi Tak Semua Sih Bu, Hanya Sebagian
Aku Ingin Seperti Ibu Juga Ayah
Meski Kita Tak Kaya Tapi Ibu Dan Ayah Selalu Mau Anaknya Lebih Memperkaya Hati,
Bersahaja, Rendah Hati, Dan Tak Membiarkan Anaknya Menyimpan Sombong Dihatinya Walau Secuil
Aku Mau Jadi Petani Jugalah Bu, Biar Ibu Dan Ayah Ada Temannya Kalau Mau Keladang
Tapi Setiap Aku Bilang Mau Jadi Petani Ibu Selalu Marah
Oh, Aku Tau
Ibu Mau Aku Jadi Orang Besar Tapi Tidak Miskin Hati, Tidak Tinggi Hati, Dan Tidak Sombong Khan?
Aku Mau Bu
Tapi Doakan Aku Yah Bu Supaya Jadi Yang Seperti Ibu Cita-Citakan
Hehehe

Ibu
Ketika Engkau Lagi Letih
Kau Selalu Meminta Aku Memijiti Tubuh Ibu
Saat Aku Jauh Seperti Ini Siapa Lagi Yang Memijiti Ibu
Abang-Abang Dan Kakak Khan Sudah Pada Menikah
Tak Lagi Serumah Dengan Kita
Terkadang Saat Memijati Tubuh Ibu Air Mataku Selalu Menets Loh Bu
Tapi Ibu Tak Pernah Menyadarinya
Karena Selalu Kusembunyikan
Aku Gak Mau Ibu Tahu Betapa Bangganya Aku Jadi Anakmu Bu
Kenapa Tidak, Sudah Bersusah Payah Engkau Menghadirkan Aku Kedunia Ini
Bertaruh Dengan Nyawa, Kau Merawat Aku Sampai Sebesar Ini, Dan Sampai Sebesar Ini Juga Kasih Sayangmu Tak Pernah Luntur
Malah Saat Aku Jauh Darimu Ibu Selau Saja Mendoakanku
Terasa Bu Meskipun Jauh, Bathin Anakmu Ini Selau Merindukanmu 
Mungkin Karena Doa-Doamu Tak Pernah Putus Saat Sholatmu
Maka Pantaslah Ibu Sangat Kubanggakan

Ibu
Siapa Yang Mengingatkan Ibu Supaya Makan Gak Telat
Ibu Khan Paling Susah Makan
Apalagi Kalau Mengingat Aku Anakmu Yang Jauh Diperantauan Sudah Makan Atau Belum
Ibu Selalu Bilang Itu Saat Aku Pulang Kerumah Saat Libur Panjang Kuliah
Ibu Gak Boleh Seperti Itu Seharusnya, Anakmu Gak Bakal Gak Makan
Disini Juga Banyak Yang Menyayangiku Bu
Jadi Ibu Harus Teratur Makannya Ya, Nanti Magg Nya Kambuh Lagi
Aku Khan Khawatir Kalau Ibu Harus Masuk Rumah Sakit Lagi
Eh, Ibu Masih Suka Sinetron CINTA FITRI Gak?
Masih Ada Gak Tuh Sinetron
Khan Kita Selalu Rebutan Remote TV Karena Acara TV Kesukaan Kita Beda
Tapi Aku Selalu Mengalah Demi Ibuku Yang Cantik
Tapi Ibu Jangan Sampai Niru Yang Di Sinetron-Sinetron Yah
Gak Bagus,,,,Hehehe

Ibu
Jangan Terlalu Memikirkan Anakmu Disini Yah
Sampai Sampai Saat Anakmu Ini Mau Pulang Waktu Liburan Idul Adha Ibu Bilang
'Jangan Pulang Dulu Nak,
Khan Belum Libur Panjang Kuliah
Nanti Kuliahmu Terganggu, Kalau Cuma Libur Sehari Gak Usah Pulang, Ntar Ibu Kirimin Sop  Kambing Dari Sini'
'Ibu Bercanda, Aku Khan Gak Suka Daging Kambing,Heheh'
Tapi Begitulah Dirimu Bu, Selalu Mau Menyenangkan Anakmu Yang Bandel Ini
Apa Ibu Gak Letih Terus-Terus Menyayangiku
Sementara Sayangku Pada Ibu Setitikpun Mungkin Belum Terbalas
Ibu, Aku Tak Tahu Lagi Seberapa Agungnya Dirimu
Tapi Yang Pasti Bu
Berkah Doamu Juga
Aku Ingin Membahagiakan Ibu, Sampai Gurat Keletihan Diwajahmu Untuk Menyayangiku
Akan Tertutupi Senyum Dan Tangis Bahagia Karena Rasa Banggamu Padaku
Pada Anakmu
Dan Kuingin Kelak Engkau Sempat Berkata
'Ibu Bangga Padamu Anakku'

Diposting oleh My Imagine Exploring Label:
Senin, 06 Desember 2010 di 22.16 | 0 komentar  
Ayah
jika kau terbangun nanti, aku akan ada menyiapkan teh pertama untukmu
jika kau ingin tertawa maka akulah anakmu yang membuat lelucon garing untukmu


ayah
aku mau pulang, meski hujan terus menerus menggerus jalanan, kukan berlari kestasiun, kumatikan traffic light ditiap perempatan jalanku tuk berlari, tak perduli supir angkot teriak teriak mengutukku atau mobil pejabat pongah hampir menabrakku
asalkan ku sampai kestasiun
argggh
kalau ku ada sayap atau sekali cling kubisa menghilang
sangat mudah aku bisa pulang kapan saja ku mau

Ayah
kau ingatkah aku
anakmu yang banyak mimpi
padahal anakmu ini tak tertidur pulas
tetap terjaga memperhatikan banyak kecoak berbunyi sapi

ayah
sepeda kayuhmu dulu kemana?
aku ingat kau membawaku ke pekan dengan sepeda kayuh itu
sepeda yang ada seperti bambu diantara setang dan tempat duduknya
sepeda apa itu yah namanya
aku lupa
kuingat sekali yah jalanan didesa kita tempat ban sepedamu meluncur dulu warnanya masih merah
tak hitam seperti sekarang
jelek sekali ya yah warnanya

ayah
sosokmu itu kurindu
yang kata orang orang sangat bersahaja
malah ada tante yang bilang kalau ayah dulu tampan
tapi aku tak tahu semua itu yah
hanya kudengar dari cerita orang orang atau sesekali kudengar dari bunga mawar yang ditanam bunda didepan rumah kita


ayah
sehangat apakah perhatianmu pada anak-anakmu
kau terus saja sembunyikan itu
padahal ketika kau tersenyum
bintang bintang ikut turun ingin melihat


Ayah
aku mau pulang
dan ketika kau terbangun dari tidurmu
segelas teh tubruk sudah kusiapkan di meja
juga kerupuk jengkol kesukaanmu
Diposting oleh My Imagine Exploring Label:
ada putik yang kupetik
mengembangnya menunggu hujan tak terus jatuh
diapitkan ditelingamu sebenarnya indah juga
tapi masih putik belum mengembang menjadi bunga
pasti nanti jadi tak pantas!!!!

ada warna yang kucuri
ketika pelangi turun kebumi
warnanya jingga, bagus kalau dijadikan warna motif bunga dibajumu
tapi warna bajumu kenapa kelabu
pasti nanti jadi tak pantas!!!!

ada syair yang kubuat
ketepatan waktu melihat musim kembang api di jepang
cantik sekali berpijar-pijar dilangit sana
akan cantik kalau syair ini tentangmu
tapi rupamu tak cantik
pasti nanti jadi tak pantas!!!

Apa kita memang tak pantas?
untuk semua yang indah-indah

Bagus kita duduk dulu
berbincang memantas-mantaskan diri kita
kalau tak pantas pantas juga
kita bisa berbincang tentang suara kucing yang cuma bisa mengeong
atau mengejek orang yang sedang buang angin
khan pantas kalau kita meminum secangkir kopi sambil berbincang
kebetulan kopi ini kubawa dari meksiko
soalnya aku bosan menunggu janjimu yang berkata
akan membawa kopi khas dari sidikalang
entah kapan
padahal sudah petang
dan kita tak pantas pantas juga
Diposting oleh My Imagine Exploring
Minggu, 05 Desember 2010 di 08.32 | 0 komentar  
Jemu,,,
Pada Bualan Itu MeLuLu
SimpuL Pengikat Diksi
Terkocok Dishaker Wine Merah Jambu
Melontar Rayu Seirama Derit Pintu
Nafas Terengah
Diperkosa Peradaban Tabu
Tuk Berbual Itu Melulu
Padahal Seroja Tak Putih Lagi
Sudahpun Rontok Satu Satu Mahkotanya
Dipetik Tangan Mungil Cleopatra
Bersedih Tak Jadi Ratu
Tuk Apa Berbual Yang Itu Itu
Lidah Terus Tenjulur Jilati Coklat Dilantai Batu

Tak Letih Berbual Itu MeLuLu?

Baik Bernyanyi Melukis Swara Disorban Betara
Musiknya Khan Sudah Ada
Tersimpan Dibongkahan Batu Bara
Ketuk Saja Pakai Bambu
Nanti Keluar Sendiri
Harmoni Gila Menggebu Gebu
Atau Remuk Saja Daun Kering
Bunyinya Renyah Cocok Nada Pongah Pongah

Daripada Berbual Itu Melulu
Jemu
Tahu Khan Jemu?
Ya Itu!
Jeritan KemaLuanmu
Diposting oleh My Imagine Exploring Label: ,
dia biasa saja
tak ada tanda kalau dia hebat
tubuh yang berdiri disampingnya tak juga merasa dirinya bukan apa-apa dibandingkan dia
tapi tubuh disampingnya itu memikirkan kelak dirinya juga akan menjadi hebat
seperti dia yang diagung agungkan sebagai manusia hebat itu
seorang dengan perawakan kecil
wajahnya sangat amat biasa
pada satu kesempatan dirinya tepat berdiri diantarai bodyguard yang menjagai dia
yang katanya sih 'dia' hebat
tapi cukup dekat
seandainya dirinya ingin berniat jahat bisa saja dia mencakar orang hebat itu
tapi tak dilakukannya karena merasa tak ada guna
karena kelak dirinya yakin dia akan melebihi orang hebat itu
meski tak sama bidang yang digeluti
orang-orang banyak mengelu-elukan namanya
dia dikenal karena pandai berpura-pura menjadi orang lain disetiap peran film yang dimainkannya
karena berbakatnya dia dalam hal berpura-pura disetiap perannya
menjadikan dia menyandang sebagai orang hebat atau aktor kawakan
dirinya yang kecil disebelah aktor hebat itu
memandangi orang orang yang sedari tadi asik mengambil gambar
memanggil-manggil kecil nama si aktor supaya melihat mata kamera handphone mereka
yang sahut-sahutan berbunyi 'ckrek ckrek crek' dari tiap kamera
kiri kanan, belakang, depan
dan kebanyakan mereka wanita yang sepertinya tak pernah melihat manusia yang sedikit diberikan kelebihan oleh tuhan
bawaan mereka seolah-olah melihat bintang jatuh yang berkilauan
dan mereka terheran-heran sambil mulut menganga
benar-benar pemandangan yang membuat dirinya cukup bingung
sampai sebegitukah manusia meninggikan manusia
tapi tak apalah mungkin karena tuhan belum pernah menunjukkan rupanya dimata mereka
yang kehebatannya takkan mampu membuat mata manusia sempat terbelalak heran
manusia akan segera hilang nafasnya tertarik perasaan rasa luar biasa
dan mati seketika
degup jantungnya beraturan, nafasnya keluar perlahan, dan urat urat nadinya berjalan sangat normal
tak ada perasaan sesak karena dihimpit rasa bahagia berjumpa si aktor hebat
tensi darahnya mungkin dibatas normal dibandingkan orang orang sekitarnya yang mengaku normal tapi lebih mirip orang gila
yang tergila-gila manusia
karena dirinya yakin dirinya akan sehebat dia
dan yakin pula bisa melebihinya
tapi masih ditahap wajar kehebatan manusia
dan dirinya tak akan pernah bangga jika namanya dielu-elukan
dipanggil-panggil supaya melihat mata kamera
dicakar-cakar tubunya
di cubit-cubit pipinya
sebenarnya dia juga tak pernah mau manusia mempunyai respon yang berlebihan seperti itu
dan dirinya sangat yakin itu
tapi namanya sama-sama manusia biasa wajarlah yang sedikit hebat di sukai lebih banyak dibandingkan yang biasa saja
dirinya yang sangat dekat jaraknya dengan dia
juga merasakan kesukaan itu
tapi masih memakai akal rasional dan perilaku lebih bijak dibandingkan kebanyakan lainnya
karena dirinya kelak akan sehebat dia malah bahkan melebihi dia
makanya
meski suka pun dirinya bersikap biasa
karena dirinya jujur
dia biasa saja
Ku Ingin Tertidur Pulas

Bermimpi Disisimu, Bergelut Bersama Laut Lepas

Saksikan Gulungan Ombak Bercengkrama Dengan Camar

Padukan Perasaan Kita Berdebur Tak Tersamar





Aku Menemukanmu

Disaat Ruang Dihati Kosong

Kini Tiap Rongganya Engkau Isi Cinta

Kau Isi Sela Jemariku

Yang Hampa

Kau Ajarkan Aku Mencintai Perbedaan Kita





Kembali Rasanya Kuhidup

Bunyikan Jantungku Berdegub Degub

Mengenalmu Awal Hatiku Berdetak

Dan Nadiku Kencang Bergerak Gerak



Cintaku, Jangan Matikan Aku Lagi

Dengan Berkata Kau Akan Pergi

Cinta Yang Kau Beri Berbeda

Luas Tak Berskala

Kini Dan Nanti

Kuingin Kita Tetap Begitu

Cinta Kita Tak Terukur Waktu

Kuingin Kita Sanggup Teriak

Cinta Kita Tak Terhalang Jarak



Kau Adalah Cinta Baruku

Dan Kuingin Cinta Ini Usang Bersamaku
Diposting oleh My Imagine Exploring
Kini Kusemakin Jauh Dari Yang Dulu

Hidup Dimasa Sekarang

Yang Tak Lepas Dari Bayang-Bayang

Mencoba Melangkah Dengan Banyaknya Harapan


Kumulai Dengan Merangkak

Dengan Lutut Kucoba Mengejar Yang Tampak

Tersenyum Aku Datangi Tangan Yang Mengajak

Menggendongku

Ku Merasa Senang Dan Tersenyum Hingga Terbahak-Bahak

Ialah Tangan Ibuku

Memberiku Arti Hangatnya Pelukan

Yang Terasa Damai Dan Nyaman

Tak Sedikitpun Beban Tertanggung Dikala Itu

Semuanya Sirna, Hilang Digelitik Tangan Lembutnya


Mulaiku Berjalan Dengan Dua Telapak Kaki

Awalnya Satu Dua Langkah

Hingga Kubisa Tanpa Diarah

Ibuku Ajariku Berdiri Dan Coba Berjalan Dengan Kalimat Indah

'Tattah,,,Tattah,,Tattah Anakku'

Kutak Tahu Apa Artinya

Kenapaku Dituntun Supaya Berjalan Dengan Kalimat Itu

Tapi Kusemangat Untuk Bisa Berjalan Lincah

Berlari Kearah Tangan Ibu Yang Sudah Siap Menangkapku Bila Bila Ku Terjatuh

Sampai Kuberjalan Lincah Tanpa Dituntun

Ibuku Malah Bertepuk Tangan Bangga

Mungkin Melihatku Yang Bisa Berlari Kesana Kemari Dengan Senyum Khasku

Kurasakan Akulah Yang Paling Disayang

 
Kumulai Besar

Mulai Tak Suka Disentuh

Mulai Tak Suka Dimanja

Mulai Tak Suka Dimarah

Mulai Tak Suka Pipiku Dipegang

Yah,,,

Aku Sudah Kelas 1 Sekolah Dasar

Tapi Aku Masih Minta Mainan

Menangis Kalau Tak Dikasi Uang Jajan

Ngambek Kalau Ibu Suruh Mandi Sore

Malas Bangun Pagi

Alasan Gak Enak Badan Kalau Disuruh Sekolah

Main Seharian Kalau Libur Sekolah

Makan Siang Harus Dibujuk

Tapi Aku Masi Merasakan Ibuku Memelukku Disaat Tidur

Meski Aku Anaknya Yang Nakal





Tidak Terasa

Suatu Malam Aku Ketakutan Luar Biasa

Kenapa Celana Dalamku Lengket Dan Basah

Tak Tahu Dan Tak Berani Bertanya

Kutanyakan Pada Temanku

Mereka Bilang 'Itu Darah Putih,

Kalau Keseringan Keluar Bisa Mati'

Aku Semakin Ketakutan, Tiap Darah Putih Itu Keluar Kurasa Aneh,

Nikmat Rasanya

Tapi Kalau Bisa Membuat Mati Apa Gunanya,,,

Ya, Kejadian Malam Itu Saat Aku Berumur 14 Tahun

Kelas 2 Sekolah Tingkat Pertama

Kuberanikan Bertanya Pada Kakak Lelakiku

Tapi Mereka Bilang Itu Tandanya Aku Mulai Dewasa

Pantas Saja Kalau Melihat Si 'Rini, Lily, Atau Indah'

Jantungku Deg-Deg An,,,

Aku Semakin Takut Jadi Dewasa

Nanti Ibu Gak Bakal Mau Lagi Memelukku

Nanti Aku Gak Dibelikan Mainan Lagi...

Tapi Entah Kenapa Ibuku Tetap Sayang Padaku

Buktinya Ibu Selalu Mengingatkanku Untuk Sholat Jum'at

Dan Sholat 5 Waktu

Kata Ibu Itu Tanggung Jawab Orang Yang Sudah Dewasa





Aku Marah Marah

'Aku Mau Dibelikan Motor

Aku Gak Mau Sekolah Diantar-Antar Lagi

Malu Bu'

Kata-Kata Kerasku Pada Ibu Saat Itu Untuk Pertama Kali

Aku Tak Sadar Dosa Itu Mulai Muncul Disitu

Usia 17 Tahun Masa-Masa Sekolah Menengah Atas

Aku Memasuki Masa-Masa Mencari Jati Diriku

Aku Mau Semua Tunduk Pada Perintahku

Aku Gak Mau Dinasehati

Aku Mau Senang-Senang

Gitar-Gitaran, Duduk-Duduk Santai, Jahilin Orang-Orang, Mencari Pacar,

Tak Penting Lagi Belajar

Sekolah Saat Itu Kuanggap Topeng

Supaya Aku Kelihatan Pintar Saja

Keluargaku Sampai Bingung

Jiwa Pemberontakku Menjadi-Jadi

Sampai-Sampai Orang Yang Sayangiku Terlihat Tak Berharga Lagi Dimataku

Tapi Saat Diamku Aku Selalu Termenung Aku Ingin Kembali Kemasa Aku Tak Seperti Ini

Jadi Anak Nakal Tapi Tetap Menurut Dan Patuh Pada Ibuku, Ayahku Dan Kakakku

Aku Bukan Malah Menemukan Jati Diriku Tapi Malah Kehilangan Diriku Sendiri

Tapi Ibuku Masih Saja Tersenyum

Baginya Aku Adalah Anaknya Yang Masa Kecilku Sering Ngompol Di Gendongannya

Dia Tetap Teguh Doakanku



Kini Aku Sendiri

Jauh Dari Keluargaku

Dengan Tanggung Jawab Yang Lebih Besar

Aku Sanggup Melewati Masa Remajaku Yang Tak Berbentuk

Buram Dan Tak Pantas Lagi Dipertahankan

Aku Sudah Pandai Berjalan

Memilih Yang Dipilih Meski Belum Tentu Yang Terbaik

Belajar Sendiri Dan Mencoba Mandiri

Belajar Bergaul Mencari Sahabat Yang Saling Mengerti

Mengukir Senyum Ditiap Lari Lari Kecilku

Menghargai Tiap Peluh Yang Dikeluarkan Keluargaku

Berusaha Mengganti Air Mata Ibuku Yang Selalu Kubuat Terjatuh

Bercita-Cita Membuat Rona Senyum Ibuku Tetap Indah Meski Sudah Mulai Tertutup Keriput

Merangkum Semua Nasehat Orang Yang Menyayangiku Di Palung Jiwaku Yang Penuh Sesal

Dan Mewujudkan Semua Harapan Mereka Dalam Satu Senyuman Bangga

Dan Tetesan Airmata Bahagia

Karena Aku Sadar Sebentar Lagi Aku Juga Akan Mati

Berselimut Kain Putih Dan Berbaring Ditanah Merah

Dinginpun Tak Dirasai Lagi

Akan Rusak Daging Dimakan Cacing

Akan Remuk Tulang Dimakan Waktu


Kini Kusemakin Jauh Dari Yang Dulu

Hidup Dimasa Sekarang

Yang Tak Lepas Dari Bayang-Bayang

Mencoba Melangkah Dengan Banyaknya Harapan



Diposting oleh My Imagine Exploring
Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates