Kini Kusemakin Jauh Dari Yang Dulu

Hidup Dimasa Sekarang

Yang Tak Lepas Dari Bayang-Bayang

Mencoba Melangkah Dengan Banyaknya Harapan


Kumulai Dengan Merangkak

Dengan Lutut Kucoba Mengejar Yang Tampak

Tersenyum Aku Datangi Tangan Yang Mengajak

Menggendongku

Ku Merasa Senang Dan Tersenyum Hingga Terbahak-Bahak

Ialah Tangan Ibuku

Memberiku Arti Hangatnya Pelukan

Yang Terasa Damai Dan Nyaman

Tak Sedikitpun Beban Tertanggung Dikala Itu

Semuanya Sirna, Hilang Digelitik Tangan Lembutnya


Mulaiku Berjalan Dengan Dua Telapak Kaki

Awalnya Satu Dua Langkah

Hingga Kubisa Tanpa Diarah

Ibuku Ajariku Berdiri Dan Coba Berjalan Dengan Kalimat Indah

'Tattah,,,Tattah,,Tattah Anakku'

Kutak Tahu Apa Artinya

Kenapaku Dituntun Supaya Berjalan Dengan Kalimat Itu

Tapi Kusemangat Untuk Bisa Berjalan Lincah

Berlari Kearah Tangan Ibu Yang Sudah Siap Menangkapku Bila Bila Ku Terjatuh

Sampai Kuberjalan Lincah Tanpa Dituntun

Ibuku Malah Bertepuk Tangan Bangga

Mungkin Melihatku Yang Bisa Berlari Kesana Kemari Dengan Senyum Khasku

Kurasakan Akulah Yang Paling Disayang

 
Kumulai Besar

Mulai Tak Suka Disentuh

Mulai Tak Suka Dimanja

Mulai Tak Suka Dimarah

Mulai Tak Suka Pipiku Dipegang

Yah,,,

Aku Sudah Kelas 1 Sekolah Dasar

Tapi Aku Masih Minta Mainan

Menangis Kalau Tak Dikasi Uang Jajan

Ngambek Kalau Ibu Suruh Mandi Sore

Malas Bangun Pagi

Alasan Gak Enak Badan Kalau Disuruh Sekolah

Main Seharian Kalau Libur Sekolah

Makan Siang Harus Dibujuk

Tapi Aku Masi Merasakan Ibuku Memelukku Disaat Tidur

Meski Aku Anaknya Yang Nakal





Tidak Terasa

Suatu Malam Aku Ketakutan Luar Biasa

Kenapa Celana Dalamku Lengket Dan Basah

Tak Tahu Dan Tak Berani Bertanya

Kutanyakan Pada Temanku

Mereka Bilang 'Itu Darah Putih,

Kalau Keseringan Keluar Bisa Mati'

Aku Semakin Ketakutan, Tiap Darah Putih Itu Keluar Kurasa Aneh,

Nikmat Rasanya

Tapi Kalau Bisa Membuat Mati Apa Gunanya,,,

Ya, Kejadian Malam Itu Saat Aku Berumur 14 Tahun

Kelas 2 Sekolah Tingkat Pertama

Kuberanikan Bertanya Pada Kakak Lelakiku

Tapi Mereka Bilang Itu Tandanya Aku Mulai Dewasa

Pantas Saja Kalau Melihat Si 'Rini, Lily, Atau Indah'

Jantungku Deg-Deg An,,,

Aku Semakin Takut Jadi Dewasa

Nanti Ibu Gak Bakal Mau Lagi Memelukku

Nanti Aku Gak Dibelikan Mainan Lagi...

Tapi Entah Kenapa Ibuku Tetap Sayang Padaku

Buktinya Ibu Selalu Mengingatkanku Untuk Sholat Jum'at

Dan Sholat 5 Waktu

Kata Ibu Itu Tanggung Jawab Orang Yang Sudah Dewasa





Aku Marah Marah

'Aku Mau Dibelikan Motor

Aku Gak Mau Sekolah Diantar-Antar Lagi

Malu Bu'

Kata-Kata Kerasku Pada Ibu Saat Itu Untuk Pertama Kali

Aku Tak Sadar Dosa Itu Mulai Muncul Disitu

Usia 17 Tahun Masa-Masa Sekolah Menengah Atas

Aku Memasuki Masa-Masa Mencari Jati Diriku

Aku Mau Semua Tunduk Pada Perintahku

Aku Gak Mau Dinasehati

Aku Mau Senang-Senang

Gitar-Gitaran, Duduk-Duduk Santai, Jahilin Orang-Orang, Mencari Pacar,

Tak Penting Lagi Belajar

Sekolah Saat Itu Kuanggap Topeng

Supaya Aku Kelihatan Pintar Saja

Keluargaku Sampai Bingung

Jiwa Pemberontakku Menjadi-Jadi

Sampai-Sampai Orang Yang Sayangiku Terlihat Tak Berharga Lagi Dimataku

Tapi Saat Diamku Aku Selalu Termenung Aku Ingin Kembali Kemasa Aku Tak Seperti Ini

Jadi Anak Nakal Tapi Tetap Menurut Dan Patuh Pada Ibuku, Ayahku Dan Kakakku

Aku Bukan Malah Menemukan Jati Diriku Tapi Malah Kehilangan Diriku Sendiri

Tapi Ibuku Masih Saja Tersenyum

Baginya Aku Adalah Anaknya Yang Masa Kecilku Sering Ngompol Di Gendongannya

Dia Tetap Teguh Doakanku



Kini Aku Sendiri

Jauh Dari Keluargaku

Dengan Tanggung Jawab Yang Lebih Besar

Aku Sanggup Melewati Masa Remajaku Yang Tak Berbentuk

Buram Dan Tak Pantas Lagi Dipertahankan

Aku Sudah Pandai Berjalan

Memilih Yang Dipilih Meski Belum Tentu Yang Terbaik

Belajar Sendiri Dan Mencoba Mandiri

Belajar Bergaul Mencari Sahabat Yang Saling Mengerti

Mengukir Senyum Ditiap Lari Lari Kecilku

Menghargai Tiap Peluh Yang Dikeluarkan Keluargaku

Berusaha Mengganti Air Mata Ibuku Yang Selalu Kubuat Terjatuh

Bercita-Cita Membuat Rona Senyum Ibuku Tetap Indah Meski Sudah Mulai Tertutup Keriput

Merangkum Semua Nasehat Orang Yang Menyayangiku Di Palung Jiwaku Yang Penuh Sesal

Dan Mewujudkan Semua Harapan Mereka Dalam Satu Senyuman Bangga

Dan Tetesan Airmata Bahagia

Karena Aku Sadar Sebentar Lagi Aku Juga Akan Mati

Berselimut Kain Putih Dan Berbaring Ditanah Merah

Dinginpun Tak Dirasai Lagi

Akan Rusak Daging Dimakan Cacing

Akan Remuk Tulang Dimakan Waktu


Kini Kusemakin Jauh Dari Yang Dulu

Hidup Dimasa Sekarang

Yang Tak Lepas Dari Bayang-Bayang

Mencoba Melangkah Dengan Banyaknya Harapan



Diposting oleh My Imagine Exploring

0 komentar:

Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates