Sabtu, 04 Desember 2010
di
09.36
|
Seorang Gadis Kecil Berlari Seperti Tanpa Arah, Seolah-Olah Ia Akan Menghampiriku Dengan Membawa Boneka Panda Ditangannya Yang Diikat Pita Pink Di Leher Boneka Tersebut Dan Kemudian Dia Melemparkan Boneka Itu Kesemak Belukar Tanpa Kutahu Kenapa,,,,
Dugaanku Meleset Ia Bukan Akan Menghampiriku Tapi Melewatiku Yang Dari Tadi Memperhatikan Tingkahnya, Ia Menuju Kekursi Panjang Yang Tepat Ada Dibelakangku Sambil Duduk Ia Menutup Wajahnya Dengan Tangan Mungilnya Dan Terisak Isak
Kuperhatikan Sekitarku
Sekarang Aku Berdiri Tepat Dihalaman Depan Sebuah Taman Kanak-Kanak, Tak Tahu Apa Yang Membawaku Kesini Tapi Aku Ingin Kesini, Bukan Untuk Mengenang Masa Kecilku Dulu Tapi Ingin Mengetahui Bagaimana Rasanya Menjadi Anak Kecil Yang Bahagia Dengan Bisa Masuk Kesini
Aku Tak Tahu Bagaimana Rasanya Berada Disini Karena Aku Tak Pernah Memasukinya Walaupun Dulu Aku Sangat Ingin Tapi Akau Tak Pernah Bisa
Banyak Anak Yang Berlarian Kesana Kemari, Tertawa-Tawa Diayunan, Ada Yang Berkejaran, Ada Yang Menangis Berebut Mainan, Ada Yang Terus-Terusan Meminta Ini Meminta Itu, Guru Pengasuhnya Tampak Kewalahan Memperhatikan Dan Harus Menuruti Semua Kemauan Mereka,
Tapi Kenapa Gadis Kecil Ini Tidak Turut Disitu Dan Malah Menangis Mengasingkan Diri Sendiri Dibangku Panjang Sebuah Taman, Bukankah Ini Taman Kanak-Kanak Dimana Semua Anak-Anak Harus Merasa Gembira Dan Bahagia Disini Bermain Sesuai Perkembangan Usia Mereka Seperti Yang Dulu Sangat Aku Idam-Idamkan
Tapi Sekarang Aku Sudah 22 Tahun Banyak Masa Kanak-Kanakku Yang Tak Seperti Masa Kanak-Kanak Mereka Karena Masa Kanak-Kanakku Banyak Hilang Dibawa Gelap
Perlahan Kucoba Hampiri Gadis Kecil Tersebut, Kududuk Disampingnya, Tapi Kutaktahu Akan Berbuat Apa, Apakah Kuharus Bertanya, Menenangkannya Atau Malah Berdiri Dan Memilih Meninggalkannya Tapi Sebelum Kumemilih Harus Berbuat Apa Dengan Samar Kudengar Sebuah Kalimat Keluar Dari Bibirnya Seiring Tangisnya, Ia Berkata
“KENAPA MEREKA TAK PERNAH TAHU CARA MENYAYANGIKU?”
Aku Sedikit Heran Mengapa Dia Berkata Seperti Itu, Kemudian Ia Perlahan Mengangkat Wajahnya Seakan Ia Merasakan Kehadiranku Disampingnya, Kemudian Menatapku Seakan Dia Ingin Dipeluk.
Ia Gadis Kecil Sekitar Berusia 5 Tahun, Berambut Indah Agak Kecoklatan, Mata Bulatnya Sendu Digenangi Airmata Yang Sebentar Lagi Akan Tumpah, Ia Memakai Bando Biru Dan Ada Bunga Melekat Dibando Itu, Dan Ia Kelihatan Cantik Dan Polos Tanpa Kuminta Ia Memelukku Tanpa Perduli Siapa Aku.
Kuberanikan Bertanya Ketika Ia Memelukku Erat Seakan Ia Tak Mau Melepaskannya
“Kamu Kenapa Gadis Kecil Yang Cantik?”, Tanyaku
Dalam Isaknya Kumendengar Kembali Yang Ia Katakana Sebelumnya
“KENAPA MEREKA TAK PERNAH TAHU CARA MENYAYANGIKU?”
Aku Semakin Bingung Dengan Apa Yang Ia Katakana, Kata-Katanya Seperti Menyalahkan Juga Menyesali Perlakuan Seseorang Kepadanya
Aku Bertanya Kembali,
“Siapa Gadis Kecil?, Siapa Orang Yang Tak Pernah Tahu Cara Menyayangimu Karena Seharusnya Kau Sangat Pantas Untuk Disayang, Kau Cantik Juga Baik Hati”
Kucoba Menenangkan Dan Membesarkan Hatinya,
Tapi Yang Ia Katakan
“Pagi Hari Mereka Terlihat Sangat Terburu-Buru”
“Siapa Sayang?” Kuulangi Pertanyaanku
Dia Berkata,
“Malam Hari Ketika Mereka Pulang Kusudah Tertidur”
Aku Mulai Mengerti, Mungkin Yang Ia Maksudkan Adalah Orangtuanya Dan Aku Tak Bertanya Lagi Tentang Siapa Yang Ia Maksud Kuhanya Mendengarkan Keluh Kesahnya
Tiba-Tiba Aku Mendengar Hal Yang Menurutnya Mungkin Sangat Menyakitkan Walaupun Bagiku Terdengar Biasa, Ia Berkata
“BAHKAN MEREKA TAK TAHU BAHWA AKU INGIN SEKALI BONEKA BARBIE BUKAN BONEKA PANDA”
Setelah Berkata Seperti Itu Ia Melepaskan Pelukannya Dan Berlari Menuju Ruang Kelas, Tapi Kumasih Melihat Tangannya Mengusap Sisa Airmata Dipipinya Ketika Ia Berlari.
Aku Terdiam, Seperti Ada Yang Mengingatkanku Untuk Selalu Bersyukur Dan Ia Adalah Seorang Gadis Kecil Berusia 5 Tahun Yang Cantik Dan Polos.
Ia Seorang Gadis Kecil. Memiliki Orangtua Yang Lengkap Tapi Kedua Orangtuanya Setiap Hari Sibuk Sehingga Pgi Harinya Terlihat Terburu-Buru Harus Kekantor, Malam Hari Saat Orangtuanya Pulang Ia Sudah Tertidurpulas, Agar Sigadis Kecil Tak Merasa Sendiri, Pembantu Orangtuanya Mengantarkannya Ke Taman Kanak-Kanak Dan Pada Saat Dia Meminta Boneka Dia Dibelikan Boneka Yang Salah, Mungkin Karena Orangtuanya Tak Pernah Memperhatikan Kesukaannya Atau Mungkin Orang Tuanya Tak Pernah Sempat Bertanya Tentang Yang Ia Sukai Dan Itu Alasan Kenapa Aku Sempat Melihat Ia Melemparkan Boneka Pandanya Kesemak Belukar Dan Itu Pula Yang Menyebabkan Ia Menangis Dan Berkata
“KENAPA MEREKA TAK PERNAH TAHU CARA MENYAYANGIKU?”
Aku Dulunya Juga Anak Kecil, Aku Memiliki Orangtua Yang Lengkap Tapi Aku Tak Pernah Benar-Benar Merasakan Kasih Sayang Seorang Ayah, Aku Tak Tahu Bagaimana Rasanya Di Didik Seorang Ayah, Ia Ada Tapi Terasa Jauh Dan Tak Ada.
Dulu Aku Sangat Ingin Masuk Ketaman Kanak-Kanak, Aku Berfikir Taman Kanak-Kanak Adalah Lambang Kegembiraan Dan Kebahagiaan Seorang Anak, Tapi Bunda Tak Pernah Mau Memasukkanku Kesana, Bundaku Adalah Seorang Ayah, Ibu Sekaligus Guru Buatku Yang Mengajarkanku Mengenal Abjad, Berhitung, Sampai Belajar Membaca Qur’an, Dulu Aku Tak Tahu Kenapa Bunda Tak Pernah Mau Memasukkanku Kesana Dan Sekarang Aku Mengerti Kenapa, Itu Karena Bunda Juga Tak Mau Melewatkan Waktunya Sedikitpun Untuk Tak Menyayangiku Sekaligus Mendidikku, Tak Perduli Ia Harus Menjadi Seorang Ayah, Ibu Dan Guru Sekaligus Buatku, Ia Selau Berusaha Melakukannya Dengan Baik Dan Tanpa Cacat, Dan Benar Apa Yang Kurasakan Bahwa Kasih Sayangnya Memang Tanpa Cacat.
Seharusnya Aku Bersyukur, Taman Kanak-Kanak Tidak Harus Selalu Kujadikan Lambang Kebahagiaan Seorang Anak, Kasih Saying Dan Didikan Secara Langsung Adalah Yang Paling Berharga Dan Sangat Diinginkan Seorang Anak Termasuk Aku Dan Gadis Kecil Itu, Walaupun Dulu Aku Tak Faham Itu Sekarang Aku Seperti Disadarkan Seorang Gadis Kecil Untuk Mensyukuri Masa Kanak-Kanak Yang Kudapat Yang Mungkin Banyak Orang Lain Tak Dapatkan.
Sekarang Aku Harus Bersiap-Siap Agar Kelak Aku Menjadi Orang Tua Yang Diidam-Idamkan Semua Anak, Aku Takkan Membiarkan Gadis Kecilku Nanti Menangis, Menyalahkanku Dan Berkata
“KENAPA MEREKA TAK PERNAH TAHU CARA MENYAYANGIKU?”
Diposting oleh
My Imagine Exploring
Label:
“KENAPA MEREKA TAK PERNAH TAHU CARA MENYAYANGIKU?”



0 komentar:
Posting Komentar