Selasa, 07 Desember 2010
di
09.40
|
Ibu!!!! Padi Yang Kita Tanam Sudah Mulai Menguning Ya? Seandainya Burung-Burung Tak Menuntut Jatah Rezekinya Juga Tikus-Tikus Tak Beranak Pinak Tentulah Kita Akan Panen Banyak Cabai Dan Tomat Yang Ibu Tanam Juga Sudah Banyak Yang Berwarna Merah Kenapa Sih Bu, Saat Menanam Padi Kita Juga Harus Menanam Cabai Dan Tomat Juga Tanaman Kecil Lainnya? Kenapa Tak Padi Saja, Khan Nutrisi Tanah Akan Lebih Banyak Diserap Padi Supaya Padinya Cepat Besar, Berbuah, Trus Cepat Pula Dipanennya Oh, Apa Karena Tumpang Sari Yang Pernah Ibu Bilang Ya? Atau Ada Alasan Lainnya Ya Bu Oh Ia Bu, Aku Ingat Ibu Pernah Bilang Kalau Rezeki Tiap Makhluk Dibumi Sudah Diatur Sama ALLAH, Jadi Tak Perlu Takut Rezeki Siapa Dan Apapun Di Bumi Ini Akan Diambil Siapa Dan Apapun Juga Jadi Maksudnya Rezeki Nutrisi Sipadi Takkan Diambil Si Cabai, Si Tomat, Dan Si Tanaman Lainnya Yang Ditanam Bersama-Sama Begitu Ya Bu?
Ibu Jalan Setapak Yang Kita Lalui Setiap Hari Keladang Apakah Masih Becek, Apakah Kalau Musim Hujan Masih Banyak Lintah Dan Pacet Nya? Aku Khan Tahu Ibu Paling Takut Sama Dua Binatang Itu Kalau Gubuk Tempat Kita Berteduh Saat Panas Juga Hujan Apakah Masih Kokoh Untuk Menampung Badan Kita Kucing Kesayangan Ibu Masih Hidup Khan? Siapa Namanya Ibu Buat, Kitty, Sweety, Bunty Atau Apa Bu Aku Lupa, Lucu Sekali Kucing Ibu Itu Sampai Aku Sama Sikucing Musuh-Musuhan Karena Ibu Sayangnya Sama Kucing Ibu Sama Sayangnya Sama Aku Khan Aku Cemburu! Heheh Aku Teringat Saat Ibu Memasakkan Sayur Kesukaanku Digubuk Reot Kita Itu Apalagi Kalau Bukan Sayur Daun Ubi Tumbuk Plus Sambal Tumbuk Ikan Lele Masakan Ibu Memang Paling Enak Didunia Masakan Sederhana Bisa Membuat Kalah Makanan Mahal Direstoran Yang Selalu Dibangga-Banggakan Anak Orang Kaya Bu Apalagi Kita Makan Bertiga Diladang Aku, Ibu Dan Ayah Sangat Sempurna Rasanya Bu Ditambah Angin Sejuk Perladangan Juga Pemandangan Indahnya
Ibu Kita Petani Ya Bu? Ibu Khan Yang Mengajarkan Aku Bagaimana Caranya Membuat Lubang Untuk Ditanami Benih Padi Dan Jagung Ibu Juga Yang Mengajarkan Aku Bagaimana Caranya Mencabut Ubi Kayu Juga Ubi Rambat Tapi Aku Malah Senang Mencabut Bengkoang Khan Ibu Tahu Kalau Aku Paling Suka Buah Bengkoang Buahnya Putih, Rasanya Manis Juga Banyak Airnya Kalau Aku Tak Ikut Keladang Ibu Selalu Bawakanku Buah Bengkoang Yang Besar Dan Akupun Senangnya Minta Ampun Sampai Kakak Yang Meminta Sebagian Bengkoangku Tak Kuberi Kalau Sawit Yang Ditanam Dua Tahun Lalu Gimana Bu Perkembangannya? Tidak Habis Dimakan Si Babi Khan Bu? Apa Sudah Besar-Besar Pohonnya Aku Sangat Rindu Ingin Keladang Bu Aku Senang Kita Adalah Petani Tapi Sekarang Aku Malah Ibu Suruh Supaya Kuliah Supaya Jangan Jadi Petani Tapi Jadi Orang Besar Ibu Khan Tahu Kalau Jadi Orang Besar Itu Juga Besar Tanggung Jawabnya Bu Kalau Ibu Tahu Orang-Orang Besar Dikota Ini Kebanyakan Angkuhnya Ibu Takkan Mau Aku Jadi Orang Besar Bayangkan Saja Bu Sedikit Saja Orang Tuanya Punya Harta Sudahlah, Mereka Bakal Menganggap Orang Kecil Seperti Kita Sangat Sangat Tak Berarti Tapi Tak Semua Sih Bu, Hanya Sebagian Aku Ingin Seperti Ibu Juga Ayah Meski Kita Tak Kaya Tapi Ibu Dan Ayah Selalu Mau Anaknya Lebih Memperkaya Hati, Bersahaja, Rendah Hati, Dan Tak Membiarkan Anaknya Menyimpan Sombong Dihatinya Walau Secuil Aku Mau Jadi Petani Jugalah Bu, Biar Ibu Dan Ayah Ada Temannya Kalau Mau Keladang Tapi Setiap Aku Bilang Mau Jadi Petani Ibu Selalu Marah Oh, Aku Tau Ibu Mau Aku Jadi Orang Besar Tapi Tidak Miskin Hati, Tidak Tinggi Hati, Dan Tidak Sombong Khan? Aku Mau Bu Tapi Doakan Aku Yah Bu Supaya Jadi Yang Seperti Ibu Cita-Citakan Hehehe
Ibu Ketika Engkau Lagi Letih Kau Selalu Meminta Aku Memijiti Tubuh Ibu Saat Aku Jauh Seperti Ini Siapa Lagi Yang Memijiti Ibu Abang-Abang Dan Kakak Khan Sudah Pada Menikah Tak Lagi Serumah Dengan Kita Terkadang Saat Memijati Tubuh Ibu Air Mataku Selalu Menets Loh Bu Tapi Ibu Tak Pernah Menyadarinya Karena Selalu Kusembunyikan Aku Gak Mau Ibu Tahu Betapa Bangganya Aku Jadi Anakmu Bu Kenapa Tidak, Sudah Bersusah Payah Engkau Menghadirkan Aku Kedunia Ini Bertaruh Dengan Nyawa, Kau Merawat Aku Sampai Sebesar Ini, Dan Sampai Sebesar Ini Juga Kasih Sayangmu Tak Pernah Luntur Malah Saat Aku Jauh Darimu Ibu Selau Saja Mendoakanku Terasa Bu Meskipun Jauh, Bathin Anakmu Ini Selau Merindukanmu Mungkin Karena Doa-Doamu Tak Pernah Putus Saat Sholatmu Maka Pantaslah Ibu Sangat Kubanggakan
Ibu Siapa Yang Mengingatkan Ibu Supaya Makan Gak Telat Ibu Khan Paling Susah Makan Apalagi Kalau Mengingat Aku Anakmu Yang Jauh Diperantauan Sudah Makan Atau Belum Ibu Selalu Bilang Itu Saat Aku Pulang Kerumah Saat Libur Panjang Kuliah Ibu Gak Boleh Seperti Itu Seharusnya, Anakmu Gak Bakal Gak Makan Disini Juga Banyak Yang Menyayangiku Bu Jadi Ibu Harus Teratur Makannya Ya, Nanti Magg Nya Kambuh Lagi Aku Khan Khawatir Kalau Ibu Harus Masuk Rumah Sakit Lagi Eh, Ibu Masih Suka Sinetron CINTA FITRI Gak? Masih Ada Gak Tuh Sinetron Khan Kita Selalu Rebutan Remote TV Karena Acara TV Kesukaan Kita Beda Tapi Aku Selalu Mengalah Demi Ibuku Yang Cantik Tapi Ibu Jangan Sampai Niru Yang Di Sinetron-Sinetron Yah Gak Bagus,,,,Hehehe
Ibu Jangan Terlalu Memikirkan Anakmu Disini Yah Sampai Sampai Saat Anakmu Ini Mau Pulang Waktu Liburan Idul Adha Ibu Bilang 'Jangan Pulang Dulu Nak, Khan Belum Libur Panjang Kuliah Nanti Kuliahmu Terganggu, Kalau Cuma Libur Sehari Gak Usah Pulang, Ntar Ibu Kirimin Sop Kambing Dari Sini' 'Ibu Bercanda, Aku Khan Gak Suka Daging Kambing,Heheh' Tapi Begitulah Dirimu Bu, Selalu Mau Menyenangkan Anakmu Yang Bandel Ini Apa Ibu Gak Letih Terus-Terus Menyayangiku Sementara Sayangku Pada Ibu Setitikpun Mungkin Belum Terbalas Ibu, Aku Tak Tahu Lagi Seberapa Agungnya Dirimu Tapi Yang Pasti Bu Berkah Doamu Juga Aku Ingin Membahagiakan Ibu, Sampai Gurat Keletihan Diwajahmu Untuk Menyayangiku Akan Tertutupi Senyum Dan Tangis Bahagia Karena Rasa Banggamu Padaku Pada Anakmu Dan Kuingin Kelak Engkau Sempat Berkata 'Ibu Bangga Padamu Anakku'
Diposting oleh
My Imagine Exploring
Label:
keriduan sosok ibu
Senin, 06 Desember 2010
di
22.16
|
Ayah
jika kau terbangun nanti, aku akan ada menyiapkan teh pertama untukmu
jika kau ingin tertawa maka akulah anakmu yang membuat lelucon garing untukmu
ayah
aku mau pulang, meski hujan terus menerus menggerus jalanan, kukan berlari kestasiun, kumatikan traffic light ditiap perempatan jalanku tuk berlari, tak perduli supir angkot teriak teriak mengutukku atau mobil pejabat pongah hampir menabrakku
asalkan ku sampai kestasiun
argggh
kalau ku ada sayap atau sekali cling kubisa menghilang
sangat mudah aku bisa pulang kapan saja ku mau
Ayah
kau ingatkah aku
anakmu yang banyak mimpi
padahal anakmu ini tak tertidur pulas
tetap terjaga memperhatikan banyak kecoak berbunyi sapi
ayah
sepeda kayuhmu dulu kemana?
aku ingat kau membawaku ke pekan dengan sepeda kayuh itu
sepeda yang ada seperti bambu diantara setang dan tempat duduknya
sepeda apa itu yah namanya
aku lupa
kuingat sekali yah jalanan didesa kita tempat ban sepedamu meluncur dulu warnanya masih merah
tak hitam seperti sekarang
jelek sekali ya yah warnanya
ayah
sosokmu itu kurindu
yang kata orang orang sangat bersahaja
malah ada tante yang bilang kalau ayah dulu tampan
tapi aku tak tahu semua itu yah
hanya kudengar dari cerita orang orang atau sesekali kudengar dari bunga mawar yang ditanam bunda didepan rumah kita
ayah
sehangat apakah perhatianmu pada anak-anakmu
kau terus saja sembunyikan itu
padahal ketika kau tersenyum
bintang bintang ikut turun ingin melihat
Ayah
aku mau pulang
dan ketika kau terbangun dari tidurmu
segelas teh tubruk sudah kusiapkan di meja
juga kerupuk jengkol kesukaanmu
Diposting oleh
My Imagine Exploring
Label:
Merindukan Sosok Ayah
ada putik yang kupetik mengembangnya menunggu hujan tak terus jatuh diapitkan ditelingamu sebenarnya indah juga tapi masih putik belum mengembang menjadi bunga pasti nanti jadi tak pantas!!!!
ada warna yang kucuri ketika pelangi turun kebumi warnanya jingga, bagus kalau dijadikan warna motif bunga dibajumu tapi warna bajumu kenapa kelabu pasti nanti jadi tak pantas!!!!
ada syair yang kubuat ketepatan waktu melihat musim kembang api di jepang cantik sekali berpijar-pijar dilangit sana akan cantik kalau syair ini tentangmu tapi rupamu tak cantik pasti nanti jadi tak pantas!!!
Apa kita memang tak pantas? untuk semua yang indah-indah
Bagus kita duduk dulu berbincang memantas-mantaskan diri kita kalau tak pantas pantas juga kita bisa berbincang tentang suara kucing yang cuma bisa mengeong atau mengejek orang yang sedang buang angin khan pantas kalau kita meminum secangkir kopi sambil berbincang kebetulan kopi ini kubawa dari meksiko soalnya aku bosan menunggu janjimu yang berkata akan membawa kopi khas dari sidikalang entah kapan padahal sudah petang dan kita tak pantas pantas juga
Diposting oleh
My Imagine Exploring
Minggu, 05 Desember 2010
di
08.32
|
Jemu,,,
Pada Bualan Itu MeLuLu
SimpuL Pengikat Diksi
Terkocok Dishaker Wine Merah Jambu
Melontar Rayu Seirama Derit Pintu
Nafas Terengah
Diperkosa Peradaban Tabu
Tuk Berbual Itu Melulu
Padahal Seroja Tak Putih Lagi
Sudahpun Rontok Satu Satu Mahkotanya
Dipetik Tangan Mungil Cleopatra
Bersedih Tak Jadi Ratu
Tuk Apa Berbual Yang Itu Itu
Lidah Terus Tenjulur Jilati Coklat Dilantai Batu
Tak Letih Berbual Itu MeLuLu?
Baik Bernyanyi Melukis Swara Disorban Betara
Musiknya Khan Sudah Ada
Tersimpan Dibongkahan Batu Bara
Ketuk Saja Pakai Bambu
Nanti Keluar Sendiri
Harmoni Gila Menggebu Gebu
Atau Remuk Saja Daun Kering
Bunyinya Renyah Cocok Nada Pongah Pongah
Daripada Berbual Itu Melulu
Jemu
Tahu Khan Jemu?
Ya Itu!
Jeritan KemaLuanmu
Diposting oleh
My Imagine Exploring
Label:
05 Desember 2010,
30 Menit Menuju PukuL 12.00
dia biasa saja
tak ada tanda kalau dia hebat
tubuh yang berdiri disampingnya tak juga merasa dirinya bukan apa-apa dibandingkan dia
tapi tubuh disampingnya itu memikirkan kelak dirinya juga akan menjadi hebat
seperti dia yang diagung agungkan sebagai manusia hebat itu
seorang dengan perawakan kecil
wajahnya sangat amat biasa
pada satu kesempatan dirinya tepat berdiri diantarai bodyguard yang menjagai dia
yang katanya sih 'dia' hebat
tapi cukup dekat
seandainya dirinya ingin berniat jahat bisa saja dia mencakar orang hebat itu
tapi tak dilakukannya karena merasa tak ada guna
karena kelak dirinya yakin dia akan melebihi orang hebat itu
meski tak sama bidang yang digeluti
orang-orang banyak mengelu-elukan namanya
dia dikenal karena pandai berpura-pura menjadi orang lain disetiap peran film yang dimainkannya
karena berbakatnya dia dalam hal berpura-pura disetiap perannya
menjadikan dia menyandang sebagai orang hebat atau aktor kawakan
dirinya yang kecil disebelah aktor hebat itu
memandangi orang orang yang sedari tadi asik mengambil gambar
memanggil-manggil kecil nama si aktor supaya melihat mata kamera handphone mereka
yang sahut-sahutan berbunyi 'ckrek ckrek crek' dari tiap kamera
kiri kanan, belakang, depan
dan kebanyakan mereka wanita yang sepertinya tak pernah melihat manusia yang sedikit diberikan kelebihan oleh tuhan
bawaan mereka seolah-olah melihat bintang jatuh yang berkilauan
dan mereka terheran-heran sambil mulut menganga
benar-benar pemandangan yang membuat dirinya cukup bingung
sampai sebegitukah manusia meninggikan manusia
tapi tak apalah mungkin karena tuhan belum pernah menunjukkan rupanya dimata mereka
yang kehebatannya takkan mampu membuat mata manusia sempat terbelalak heran
manusia akan segera hilang nafasnya tertarik perasaan rasa luar biasa
dan mati seketika
degup jantungnya beraturan, nafasnya keluar perlahan, dan urat urat nadinya berjalan sangat normal
tak ada perasaan sesak karena dihimpit rasa bahagia berjumpa si aktor hebat
tensi darahnya mungkin dibatas normal dibandingkan orang orang sekitarnya yang mengaku normal tapi lebih mirip orang gila
yang tergila-gila manusia
karena dirinya yakin dirinya akan sehebat dia
dan yakin pula bisa melebihinya
tapi masih ditahap wajar kehebatan manusia
dan dirinya tak akan pernah bangga jika namanya dielu-elukan
dipanggil-panggil supaya melihat mata kamera
dicakar-cakar tubunya
di cubit-cubit pipinya
sebenarnya dia juga tak pernah mau manusia mempunyai respon yang berlebihan seperti itu
dan dirinya sangat yakin itu
tapi namanya sama-sama manusia biasa wajarlah yang sedikit hebat di sukai lebih banyak dibandingkan yang biasa saja
dirinya yang sangat dekat jaraknya dengan dia
juga merasakan kesukaan itu
tapi masih memakai akal rasional dan perilaku lebih bijak dibandingkan kebanyakan lainnya
karena dirinya kelak akan sehebat dia malah bahkan melebihi dia
makanya
meski suka pun dirinya bersikap biasa
karena dirinya jujur
dia biasa saja
Sabtu, 04 Desember 2010
di
10.46
|
Ku Ingin Tertidur Pulas
Bermimpi Disisimu, Bergelut Bersama Laut Lepas
Saksikan Gulungan Ombak Bercengkrama Dengan Camar
Padukan Perasaan Kita Berdebur Tak Tersamar
Aku Menemukanmu
Disaat Ruang Dihati Kosong
Kini Tiap Rongganya Engkau Isi Cinta
Kau Isi Sela Jemariku
Yang Hampa
Kau Ajarkan Aku Mencintai Perbedaan Kita
Kembali Rasanya Kuhidup
Bunyikan Jantungku Berdegub Degub
Mengenalmu Awal Hatiku Berdetak
Dan Nadiku Kencang Bergerak Gerak
Cintaku, Jangan Matikan Aku Lagi
Dengan Berkata Kau Akan Pergi
Cinta Yang Kau Beri Berbeda
Luas Tak Berskala
Kini Dan Nanti
Kuingin Kita Tetap Begitu
Cinta Kita Tak Terukur Waktu
Kuingin Kita Sanggup Teriak
Cinta Kita Tak Terhalang Jarak
Kau Adalah Cinta Baruku
Dan Kuingin Cinta Ini Usang Bersamaku
Diposting oleh
My Imagine Exploring
Kini Kusemakin Jauh Dari Yang Dulu
Hidup Dimasa Sekarang
Yang Tak Lepas Dari Bayang-Bayang
Mencoba Melangkah Dengan Banyaknya Harapan
Kumulai Dengan Merangkak
Dengan Lutut Kucoba Mengejar Yang Tampak
Tersenyum Aku Datangi Tangan Yang Mengajak
Menggendongku
Ku Merasa Senang Dan Tersenyum Hingga Terbahak-Bahak
Ialah Tangan Ibuku
Memberiku Arti Hangatnya Pelukan
Yang Terasa Damai Dan Nyaman
Tak Sedikitpun Beban Tertanggung Dikala Itu
Semuanya Sirna, Hilang Digelitik Tangan Lembutnya
Mulaiku Berjalan Dengan Dua Telapak Kaki
Awalnya Satu Dua Langkah
Hingga Kubisa Tanpa Diarah
Ibuku Ajariku Berdiri Dan Coba Berjalan Dengan Kalimat Indah
'Tattah,,,Tattah,,Tattah Anakku'
Kutak Tahu Apa Artinya
Kenapaku Dituntun Supaya Berjalan Dengan Kalimat Itu
Tapi Kusemangat Untuk Bisa Berjalan Lincah
Berlari Kearah Tangan Ibu Yang Sudah Siap Menangkapku Bila Bila Ku Terjatuh
Sampai Kuberjalan Lincah Tanpa Dituntun
Ibuku Malah Bertepuk Tangan Bangga
Mungkin Melihatku Yang Bisa Berlari Kesana Kemari Dengan Senyum Khasku
Kurasakan Akulah Yang Paling Disayang
Kumulai Besar
Mulai Tak Suka Disentuh
Mulai Tak Suka Dimanja
Mulai Tak Suka Dimarah
Mulai Tak Suka Pipiku Dipegang
Yah,,,
Aku Sudah Kelas 1 Sekolah Dasar
Tapi Aku Masih Minta Mainan
Menangis Kalau Tak Dikasi Uang Jajan
Ngambek Kalau Ibu Suruh Mandi Sore
Malas Bangun Pagi
Alasan Gak Enak Badan Kalau Disuruh Sekolah
Main Seharian Kalau Libur Sekolah
Makan Siang Harus Dibujuk
Tapi Aku Masi Merasakan Ibuku Memelukku Disaat Tidur
Meski Aku Anaknya Yang Nakal
Tidak Terasa
Suatu Malam Aku Ketakutan Luar Biasa
Kenapa Celana Dalamku Lengket Dan Basah
Tak Tahu Dan Tak Berani Bertanya
Kutanyakan Pada Temanku
Mereka Bilang 'Itu Darah Putih,
Kalau Keseringan Keluar Bisa Mati'
Aku Semakin Ketakutan, Tiap Darah Putih Itu Keluar Kurasa Aneh,
Nikmat Rasanya
Tapi Kalau Bisa Membuat Mati Apa Gunanya,,,
Ya, Kejadian Malam Itu Saat Aku Berumur 14 Tahun
Kelas 2 Sekolah Tingkat Pertama
Kuberanikan Bertanya Pada Kakak Lelakiku
Tapi Mereka Bilang Itu Tandanya Aku Mulai Dewasa
Pantas Saja Kalau Melihat Si 'Rini, Lily, Atau Indah'
Jantungku Deg-Deg An,,,
Aku Semakin Takut Jadi Dewasa
Nanti Ibu Gak Bakal Mau Lagi Memelukku
Nanti Aku Gak Dibelikan Mainan Lagi...
Tapi Entah Kenapa Ibuku Tetap Sayang Padaku
Buktinya Ibu Selalu Mengingatkanku Untuk Sholat Jum'at
Dan Sholat 5 Waktu
Kata Ibu Itu Tanggung Jawab Orang Yang Sudah Dewasa
Aku Marah Marah
'Aku Mau Dibelikan Motor
Aku Gak Mau Sekolah Diantar-Antar Lagi
Malu Bu'
Kata-Kata Kerasku Pada Ibu Saat Itu Untuk Pertama Kali
Aku Tak Sadar Dosa Itu Mulai Muncul Disitu
Usia 17 Tahun Masa-Masa Sekolah Menengah Atas
Aku Memasuki Masa-Masa Mencari Jati Diriku
Aku Mau Semua Tunduk Pada Perintahku
Aku Gak Mau Dinasehati
Aku Mau Senang-Senang
Gitar-Gitaran, Duduk-Duduk Santai, Jahilin Orang-Orang, Mencari Pacar,
Tak Penting Lagi Belajar
Sekolah Saat Itu Kuanggap Topeng
Supaya Aku Kelihatan Pintar Saja
Keluargaku Sampai Bingung
Jiwa Pemberontakku Menjadi-Jadi
Sampai-Sampai Orang Yang Sayangiku Terlihat Tak Berharga Lagi Dimataku
Tapi Saat Diamku Aku Selalu Termenung Aku Ingin Kembali Kemasa Aku Tak Seperti Ini
Jadi Anak Nakal Tapi Tetap Menurut Dan Patuh Pada Ibuku, Ayahku Dan Kakakku
Aku Bukan Malah Menemukan Jati Diriku Tapi Malah Kehilangan Diriku Sendiri
Tapi Ibuku Masih Saja Tersenyum
Baginya Aku Adalah Anaknya Yang Masa Kecilku Sering Ngompol Di Gendongannya
Dia Tetap Teguh Doakanku
Kini Aku Sendiri
Jauh Dari Keluargaku
Dengan Tanggung Jawab Yang Lebih Besar
Aku Sanggup Melewati Masa Remajaku Yang Tak Berbentuk
Buram Dan Tak Pantas Lagi Dipertahankan
Aku Sudah Pandai Berjalan
Memilih Yang Dipilih Meski Belum Tentu Yang Terbaik
Belajar Sendiri Dan Mencoba Mandiri
Belajar Bergaul Mencari Sahabat Yang Saling Mengerti
Mengukir Senyum Ditiap Lari Lari Kecilku
Menghargai Tiap Peluh Yang Dikeluarkan Keluargaku
Berusaha Mengganti Air Mata Ibuku Yang Selalu Kubuat Terjatuh
Bercita-Cita Membuat Rona Senyum Ibuku Tetap Indah Meski Sudah Mulai Tertutup Keriput
Merangkum Semua Nasehat Orang Yang Menyayangiku Di Palung Jiwaku Yang Penuh Sesal
Dan Mewujudkan Semua Harapan Mereka Dalam Satu Senyuman Bangga
Dan Tetesan Airmata Bahagia
Karena Aku Sadar Sebentar Lagi Aku Juga Akan Mati
Berselimut Kain Putih Dan Berbaring Ditanah Merah
Dinginpun Tak Dirasai Lagi
Akan Rusak Daging Dimakan Cacing
Akan Remuk Tulang Dimakan Waktu
Kini Kusemakin Jauh Dari Yang Dulu
Hidup Dimasa Sekarang
Yang Tak Lepas Dari Bayang-Bayang
Mencoba Melangkah Dengan Banyaknya Harapan
Diposting oleh
My Imagine Exploring
I
Siang Ini
13.20 Wib
Cerah
Pohon Didepanku Melambaikan Daun Seirama Hembusan Angin
Orang Berganti ganti Lalu Lalang
Ada Yang Bergerak Santai
Ada Yang Berjalan Setengah Berlari
Berpacu Dengan Waktu
Berdoa Agar Tak TerLambat Masuk Kuliah
Seperti 15 Menit Yang Lalu
Aku JUga Sama Dengan Mereka
Berjalan Setengah BerLari
Berpacu Dengan Waktu
Berharap Aku Belum Terlambat Masuk Kuliah
II
Saat Ini Aku Duduk
Dibangku Barisan Ketiga
Warnanya Kuning Atau Kira2 Orange Kemerah2an
Diatas Tangan Bangku Ini Banyak Sekali Coretan
Tepatnya Contekan Buat Ujian
Atau Lebih Dikenal Dengan Kopekan
Tapi Bagiku Tak Lebih Dari
Rangkuman Dari Ketololan Mahasiswa Yang Takut Tantangan
Tapi Bangku Ini Kelihatan Jadi Indah
Beragam Jenis Tulisan Dan Ketololan Saling Menimpa
Malah Lebih Menggelikan Ada Yang Berani Menuliskan Nomor Handpone
Yang Diikuti Kata-kata "CALL ME or MISCALL Juga Boleh"
SambiL Menahan Tawa
Kuberpura-pura Tak Mau Mengerti Maksud Penulisnya
Inikah Salah Satu Bentuk HAK AZASI MANUSIA
Pasti Bentuk HAK AZASI yang Diikuti NASCISSIS
Ditambah FOOLISH
Tapi Aku Juga Tak Ada HAK buat Menjudge,,,
Biarlah
Walau Mungkin Buatku Suatu Ketololan
Tapi Mungkin Buat Mereka Mengasyikkan
III
10 Menit Menunggu
Sang Dosen Kenapa Belum Muncul
Padahal Saking TAkutnya, Aku Jadi Lupa Sholat
*Ini baru Benar-benar Ketololan
Sangat Tak Biasa
Dosen Yang Sangat Anti Dengan Kata 'TERLAMBAT'
Dan Tak Pernah Membolehkan Mahasiswanya Terlambat
Sekarang Terlambat,,,
*Walaupun Sebenarnya Terlambatnya Cuma 1 Detik
Sembari Menunggu
Kuajak Tanganku Mengetik Hal Yang Tak Berguna Dicatatan FB Q
Sambil Melihat2 Sang Dosen Datang
Kutunggui Teman-teman Datang Satu Persatu
Tapi Kenapa Tak Ada Satupun Mahasiswa Yang Mau Duduk Dibarisan Paling Depan
Apa Bangku Dibarisan Depan Ada Setannya?
Atau Jangan2 Sudah Dijampi2?
(Kalau Ada Yang Berani Duduk Didepan Bakalan Kena Santet)
hahaha
*Sangat Lucu
Sebenarnya Aku Tak PerLu Heran
Memang Bangku Barisan Depan Selalu Bernasib Malang
Karena Tak Berpenghuni
Hiks Hiks Hiks
*Mengharukan
Benar-benar Potret Generasi Penerus Bangsa Yang Ajaib
Termasuk Aku Didalamnya
Generasi Ajaib Yang Akan Memimpin Negeri Ini Dengan Cara AJaib Pula
*Wkwkwkwkwk
(Dunia Semakin Hancur)
IV
Aku Kuliah Disalah Satu Universitas
diProvinsiku
FakuLtas Ekonomi Tepatnya
Aku Jadi Teringat
Sebelum Kekampus 30 Menit Yang Lalu Aku Sempat Keperpustakaan
Dan Sempat Membaca Puisi Alumnus Universitas Nomor Satu Dinegeri Ini
Dan Ketepatan Alumni FakuLtas Ekonomi Juga
Dia TuLis Kira-kira Seperti Ini
"KAMI SEPERTI PAPAN PENGUMUMAN YANG TAK PERNAH DIINDAHKAN"
"KAMI SEPERTI BUKU DIPEPUSTAKAAN YANG TAK PERNAH DIBACA"
"BAGAIMANA KALIAN AKAN KAMI JADIKAN PEMIMPIN BANGSA"
Kalian Mengerti Gak?
Kalau Gak!!
Aku Juga Gak!!!
*Tuing Tuing Tuing
V
Siang Ini
Aku Berharap Tetap Cerah
Tetapi Kenapa Dedauna Berwajah Sendu
Apakah Ini Pertanda Akan Turun Hujan
UPSSSSSS! DOSEN DAH DATANG,,,,,
'NOTE SAVED'
Grasak Grusuk Nyari Binder
*Wkwkwkwkw
Diposting oleh
My Imagine Exploring
Label:
KULIAH
Seorang Gadis Kecil Berlari Seperti Tanpa Arah, Seolah-Olah Ia Akan Menghampiriku Dengan Membawa Boneka Panda Ditangannya Yang Diikat Pita Pink Di Leher Boneka Tersebut Dan Kemudian Dia Melemparkan Boneka Itu Kesemak Belukar Tanpa Kutahu Kenapa,,,,
Dugaanku Meleset Ia Bukan Akan Menghampiriku Tapi Melewatiku Yang Dari Tadi Memperhatikan Tingkahnya, Ia Menuju Kekursi Panjang Yang Tepat Ada Dibelakangku Sambil Duduk Ia Menutup Wajahnya Dengan Tangan Mungilnya Dan Terisak Isak
Kuperhatikan Sekitarku
Sekarang Aku Berdiri Tepat Dihalaman Depan Sebuah Taman Kanak-Kanak, Tak Tahu Apa Yang Membawaku Kesini Tapi Aku Ingin Kesini, Bukan Untuk Mengenang Masa Kecilku Dulu Tapi Ingin Mengetahui Bagaimana Rasanya Menjadi Anak Kecil Yang Bahagia Dengan Bisa Masuk Kesini
Aku Tak Tahu Bagaimana Rasanya Berada Disini Karena Aku Tak Pernah Memasukinya Walaupun Dulu Aku Sangat Ingin Tapi Akau Tak Pernah Bisa
Banyak Anak Yang Berlarian Kesana Kemari, Tertawa-Tawa Diayunan, Ada Yang Berkejaran, Ada Yang Menangis Berebut Mainan, Ada Yang Terus-Terusan Meminta Ini Meminta Itu, Guru Pengasuhnya Tampak Kewalahan Memperhatikan Dan Harus Menuruti Semua Kemauan Mereka,
Tapi Kenapa Gadis Kecil Ini Tidak Turut Disitu Dan Malah Menangis Mengasingkan Diri Sendiri Dibangku Panjang Sebuah Taman, Bukankah Ini Taman Kanak-Kanak Dimana Semua Anak-Anak Harus Merasa Gembira Dan Bahagia Disini Bermain Sesuai Perkembangan Usia Mereka Seperti Yang Dulu Sangat Aku Idam-Idamkan
Tapi Sekarang Aku Sudah 22 Tahun Banyak Masa Kanak-Kanakku Yang Tak Seperti Masa Kanak-Kanak Mereka Karena Masa Kanak-Kanakku Banyak Hilang Dibawa Gelap Perlahan Kucoba Hampiri Gadis Kecil Tersebut, Kududuk Disampingnya, Tapi Kutaktahu Akan Berbuat Apa, Apakah Kuharus Bertanya, Menenangkannya Atau Malah Berdiri Dan Memilih Meninggalkannya Tapi Sebelum Kumemilih Harus Berbuat Apa Dengan Samar Kudengar Sebuah Kalimat Keluar Dari Bibirnya Seiring Tangisnya, Ia Berkata
“KENAPA MEREKA TAK PERNAH TAHU CARA MENYAYANGIKU?”
Aku Sedikit Heran Mengapa Dia Berkata Seperti Itu, Kemudian Ia Perlahan Mengangkat Wajahnya Seakan Ia Merasakan Kehadiranku Disampingnya, Kemudian Menatapku Seakan Dia Ingin Dipeluk.
Ia Gadis Kecil Sekitar Berusia 5 Tahun, Berambut Indah Agak Kecoklatan, Mata Bulatnya Sendu Digenangi Airmata Yang Sebentar Lagi Akan Tumpah, Ia Memakai Bando Biru Dan Ada Bunga Melekat Dibando Itu, Dan Ia Kelihatan Cantik Dan Polos Tanpa Kuminta Ia Memelukku Tanpa Perduli Siapa Aku.
Kuberanikan Bertanya Ketika Ia Memelukku Erat Seakan Ia Tak Mau Melepaskannya
“Kamu Kenapa Gadis Kecil Yang Cantik?”, Tanyaku
Dalam Isaknya Kumendengar Kembali Yang Ia Katakana Sebelumnya
“KENAPA MEREKA TAK PERNAH TAHU CARA MENYAYANGIKU?”
Aku Semakin Bingung Dengan Apa Yang Ia Katakana, Kata-Katanya Seperti Menyalahkan Juga Menyesali Perlakuan Seseorang Kepadanya
Aku Bertanya Kembali,
“Siapa Gadis Kecil?, Siapa Orang Yang Tak Pernah Tahu Cara Menyayangimu Karena Seharusnya Kau Sangat Pantas Untuk Disayang, Kau Cantik Juga Baik Hati”
Kucoba Menenangkan Dan Membesarkan Hatinya,
Tapi Yang Ia Katakan
“Pagi Hari Mereka Terlihat Sangat Terburu-Buru”
“Siapa Sayang?” Kuulangi Pertanyaanku
Dia Berkata,
“Malam Hari Ketika Mereka Pulang Kusudah Tertidur”
Aku Mulai Mengerti, Mungkin Yang Ia Maksudkan Adalah Orangtuanya Dan Aku Tak Bertanya Lagi Tentang Siapa Yang Ia Maksud Kuhanya Mendengarkan Keluh Kesahnya
Tiba-Tiba Aku Mendengar Hal Yang Menurutnya Mungkin Sangat Menyakitkan Walaupun Bagiku Terdengar Biasa, Ia Berkata
“BAHKAN MEREKA TAK TAHU BAHWA AKU INGIN SEKALI BONEKA BARBIE BUKAN BONEKA PANDA”
Setelah Berkata Seperti Itu Ia Melepaskan Pelukannya Dan Berlari Menuju Ruang Kelas, Tapi Kumasih Melihat Tangannya Mengusap Sisa Airmata Dipipinya Ketika Ia Berlari.
Aku Terdiam, Seperti Ada Yang Mengingatkanku Untuk Selalu Bersyukur Dan Ia Adalah Seorang Gadis Kecil Berusia 5 Tahun Yang Cantik Dan Polos.
Ia Seorang Gadis Kecil. Memiliki Orangtua Yang Lengkap Tapi Kedua Orangtuanya Setiap Hari Sibuk Sehingga Pgi Harinya Terlihat Terburu-Buru Harus Kekantor, Malam Hari Saat Orangtuanya Pulang Ia Sudah Tertidurpulas, Agar Sigadis Kecil Tak Merasa Sendiri, Pembantu Orangtuanya Mengantarkannya Ke Taman Kanak-Kanak Dan Pada Saat Dia Meminta Boneka Dia Dibelikan Boneka Yang Salah, Mungkin Karena Orangtuanya Tak Pernah Memperhatikan Kesukaannya Atau Mungkin Orang Tuanya Tak Pernah Sempat Bertanya Tentang Yang Ia Sukai Dan Itu Alasan Kenapa Aku Sempat Melihat Ia Melemparkan Boneka Pandanya Kesemak Belukar Dan Itu Pula Yang Menyebabkan Ia Menangis Dan Berkata
“KENAPA MEREKA TAK PERNAH TAHU CARA MENYAYANGIKU?”
Aku Dulunya Juga Anak Kecil, Aku Memiliki Orangtua Yang Lengkap Tapi Aku Tak Pernah Benar-Benar Merasakan Kasih Sayang Seorang Ayah, Aku Tak Tahu Bagaimana Rasanya Di Didik Seorang Ayah, Ia Ada Tapi Terasa Jauh Dan Tak Ada.
Dulu Aku Sangat Ingin Masuk Ketaman Kanak-Kanak, Aku Berfikir Taman Kanak-Kanak Adalah Lambang Kegembiraan Dan Kebahagiaan Seorang Anak, Tapi Bunda Tak Pernah Mau Memasukkanku Kesana, Bundaku Adalah Seorang Ayah, Ibu Sekaligus Guru Buatku Yang Mengajarkanku Mengenal Abjad, Berhitung, Sampai Belajar Membaca Qur’an, Dulu Aku Tak Tahu Kenapa Bunda Tak Pernah Mau Memasukkanku Kesana Dan Sekarang Aku Mengerti Kenapa, Itu Karena Bunda Juga Tak Mau Melewatkan Waktunya Sedikitpun Untuk Tak Menyayangiku Sekaligus Mendidikku, Tak Perduli Ia Harus Menjadi Seorang Ayah, Ibu Dan Guru Sekaligus Buatku, Ia Selau Berusaha Melakukannya Dengan Baik Dan Tanpa Cacat, Dan Benar Apa Yang Kurasakan Bahwa Kasih Sayangnya Memang Tanpa Cacat.
Seharusnya Aku Bersyukur, Taman Kanak-Kanak Tidak Harus Selalu Kujadikan Lambang Kebahagiaan Seorang Anak, Kasih Saying Dan Didikan Secara Langsung Adalah Yang Paling Berharga Dan Sangat Diinginkan Seorang Anak Termasuk Aku Dan Gadis Kecil Itu, Walaupun Dulu Aku Tak Faham Itu Sekarang Aku Seperti Disadarkan Seorang Gadis Kecil Untuk Mensyukuri Masa Kanak-Kanak Yang Kudapat Yang Mungkin Banyak Orang Lain Tak Dapatkan.
Sekarang Aku Harus Bersiap-Siap Agar Kelak Aku Menjadi Orang Tua Yang Diidam-Idamkan Semua Anak, Aku Takkan Membiarkan Gadis Kecilku Nanti Menangis, Menyalahkanku Dan Berkata
“KENAPA MEREKA TAK PERNAH TAHU CARA MENYAYANGIKU?”
Kepala Serasa Pecah
Berpuing Berdarah Darah
Kenapa Tak Bisa Tutup Mata Saja
Tinggalkan Nyata
Terlelap Dalam Mimpi
Disini Suara Mengutuk
Tak Bisa Tidur Cuma Mengantuk
Capek Bercengkrama Dengan Detik Jam
Tak Bisa Tidur Mata Terpejam
Ini Menyiksa
Mencabik Hingga Kepembuluh Vena
INSOMNIA
Lahap Darah Hingga Susut
Dari Ujung Kaki Hingga Ujung Rambut
Padahal Pagi Siap Menanti
Ktika Terbangun
Tulang Lunglai Serasa Mati
Badan Terhuyung
Berjalan Seperti Tak Berujung
Berlari Tak Ada Energy
Tawa Terpaksa
Senyum Manyun
Amarah Bergelegak
Diam Tak Berjejak
INSOMNIA Kau Adalah Racun
Setidaknya Tunjukkan Senyummu
Meski Itu Senyum Tersadis
Jangan Paku Ku Disudut Kcewa
Dihingar Bingar Terlunta-Lunta
Kumenunggu Sampai Darahku Beku Digigit Angin
Hujan Hujanan Kudatangi Tempatmu Singgah Dibumi
Kau Tak Ada
Setelah 6 Jam Lalu Kau Cium Mencium
Tersenyum Dirangkul Cahaya
Ku Kedinginan
Kuingin Hangat
Mengemis Hawa Suara Menyayat
Kumenunggu Ciumi Jejakmu Tinggal Ditubuh Bumi
Sudah Pergi Tinggalkan Perih
Dilubuk Hati
Diposting oleh
My Imagine Exploring
Label:
Demi Dian Sastrowardoyo
Dua Anak Manusia
Seliweran
Dijalan Beraspal Yang Basah
Memang Hampir Seharian Air Terus Menetes Dari Atas
Meski Tak Sampai Merobohkan Pohonan Pinggir Jalan
Tapi Cukup Memusingkan Banyak Orang
Tak Terkecuali Dua Anak Manusia Kucel Dekil
Meski Demikian Dengan Senjata Pamungkas Para Pengendara Motor Kebanyakan
Jas Hujan Yang Lebih Mirip Baju Penyihir Jahat Tak Pernah Dicuci
Siap Menemani Dua Makhluk Aneh Yang Mencari Bidadari Kesasar
Ironis Memang Kucel Begitu Berharap Bertemu Bidadari
Tapi Begitulah Cara Mereka Mencari Sensasi
Dengan Kecepatan Rata-Rata Pengendara Motor Yang Patuh Peraturan Lalu Lintas
Melaju Menerobos Rintik Hujan Yang Membekas Bundar Besar Dan Pecah Dijas Hujan Sipengemudi
Tubuh Menggigil Tak Perduli, Padahal Bibir Sudah Pucat Pasi
Entah Apa Yang Mereka Cari Dijalanan Beraspal Basah
Apa Menunggu Ada Satu Pohon Menjatuhi Mereka
Dan Mati Disambar Petir
Atau Mati Dilindes Angkot Yang Lewat Kian Banyak
Tapi Itulah Cara Mereka Mencari Sensasi
Berharap Berjumpa Bidadari Kesasar Dipinggir Kali
Dan Meminta Tumpangan Dipulangkan Kekahyangan Dengan Naik Motor
Yah Bisa Saja!!!
Dia Meminjamkan Sayapnya Untuk Menerbangkan Motor Mereka Kekahyangan
Disana Khan Gak Ada Polisi
Jadi Tak Apa Kalau Harus Naik Bertiga Di Satu Motor
Tapi Kenapa Tak Terbang Saja Dia Sendiri
Menggunakan Sayapnya
Ah,,,,
'Bodohnya Kita'
Hardik Sipengemudi
Khayalan Terlalu Jauh
Bisa-Bisanya Bidadari Kesasar Dipinggir Kali
Emang Kali Yang Mana
Disini Kali Sudah Menjadi Tong Sampah
Kahyangan Yang Mana
Sepertinya Semua Kahyangan Sudah Global Warming Juga
Dibuat Asap Pabrik, CFC, Gas Karbon Dioksida, Dan Gas Aneh Lainnya
'Iya, Ya'
Sahut Teman Satunya
Tapi Mereka Tetap Melaju
Kebetulan Disalah Satu Tempat
Ada Khusus Event Yang Mendatangkan Bidadari
Ternyata Itulah Tujuan Mereka Berdua Bela-Belain Melaju Dirintik Hujan
Lampu Merah Ditiap 30 Meter Terus Ada Menghalangi
Sempit-Sempitan Berbagi Ruas Jalan
Suara Sirine Supir Angkot Terus Berbunyi
Diiringi Suara Emosi Dari Mulut Mereka
Ternyata Senang Melaknat Kalau Jalan Mereka Diembat
Ditambah Lagi Pengamen Menyanyikan Lagu Yang Itu-itu Saja
Tiap Mereka Melewati Jalan Yang Sama
Semua Mereka Acuhkan
Tak Perduli 6 Milyar Penduduk Egois Bersuara Lantang
Hanya Ingin Bertemu Bidadari
Di Event Yang Mendatangkan Si Bidadari Itu
Mereka Melangkah Cepat
Seolah-Olah Tak Mau Terlambat Melihat Bidadari Sedang Mandi
Tetapi Sesampainya Mereka
Cuma Pajangan Fotonya Saja Yang Terus Tersenyum
Tergantung Ditiap Dimana Tubuh Mereka Berdiri
Bidadarinya Sudah Pergi
Mungkin Si Bidadari Kebelet Pipis
Menyaksikan Mimik Manusia Yang Dilihatnya Dibumi Seperti Kloset
Si Dua Anak Manusia Kucel Lunglai
Dengkul Terasa Kosong
Kaki Tak Bertulang
Kecewa Yang Mereka Rasakan
Membuat Mereka Terus Memaki Nasib Mereka
Awalnya Seliweran Berharap Ketemu Bidadari Kesasar
Dipinggir Kali
Gagal
Ada Event Mendatangkan Si Bidadari Yang Bukan Kesasar
Berjumpa Tak Jadi Malah Sibidadari Sudah Pergi
Gagal Total
Mencari Sensasi
Dikegilaan Tak Bertuju Pasti
Diposting oleh
My Imagine Exploring
Label:
4 desember 2010 : Dian Sastrowardoyo
Dua Anak Manusia
Seliweran
Dijalan Beraspal Yang Basah
Memang Hampir Seharian Air Terus Menetes Dari Atas
Meski Tak Sampai Merobohkan Pohonan Pinggir Jalan
Tapi Cukup Memusingkan Banyak Orang
Tak Terkecuali Dua Anak Manusia Kucel Dekil
Meski Demikian Dengan Senjata Pamungkas Para Pengendara Motor Kebanyakan
Jas Hujan Yang Lebih Mirip Baju Penyihir Jahat Tak Pernah Dicuci
Siap Menemani Dua Makhluk Aneh Yang Mencari Bidadari Kesasar
Ironis Memang Kucel Begitu Berharap Bertemu Bidadari
Tapi Begitulah Cara Mereka Mencari Sensasi
Dengan Kecepatan Rata-Rata Pengendara Motor Yang Patuh Peraturan Lalu Lintas
Melaju Menerobos Rintik Hujan Yang Membekas Bundar Besar Dan Pecah Dijas Hujan Sipengemudi
Tubuh Menggigil Tak Perduli, Padahal Bibir Sudah Pucat Pasi
Entah Apa Yang Mereka Cari Dijalanan Beraspal Basah
Apa Menunggu Ada Satu Pohon Menjatuhi Mereka
Dan Mati Disambar Petir
Atau Mati Dilindes Angkot Yang Lewat Kian Banyak
Tapi Itulah Cara Mereka Mencari Sensasi
Berharap Berjumpa Bidadari Kesasar Dipinggir Kali
Dan Meminta Tumpangan Dipulangkan Kekahyangan Dengan Naik Motor
Yah Bisa Saja!!!
Dia Meminjamkan Sayapnya Untuk Menerbangkan Motor Mereka Kekahyangan
Disana Khan Gak Ada Polisi
Jadi Tak Apa Kalau Harus Naik Bertiga Di Satu Motor
Tapi Kenapa Tak Terbang Saja Dia Sendiri
Menggunakan Sayapnya
Ah,,,,
'Bodohnya Kita'
Hardik Sipengemudi
Khayalan Terlalu Jauh
Bisa-Bisanya Bidadari Kesasar Dipinggir Kali
Emang Kali Yang Mana
Disini Kali Sudah Menjadi Tong Sampah
Kahyangan Yang Mana
Sepertinya Semua Kahyangan Sudah Global Warming Juga
Dibuat Asap Pabrik, CFC, Gas Karbon Dioksida, Dan Gas Aneh Lainnya
'Iya, Ya'
Sahut Teman Satunya
Tapi Mereka Tetap Melaju
Kebetulan Disalah Satu Tempat
Ada Khusus Event Yang Mendatangkan Bidadari
Ternyata Itulah Tujuan Mereka Berdua Bela-Belain Melaju Dirintik Hujan
Lampu Merah Ditiap 30 Meter Terus Ada Menghalangi
Sempit-Sempitan Berbagi Ruas Jalan
Suara Sirine Supir Angkot Terus Berbunyi
Diiringi Suara Emosi Dari Mulut Mereka
Ternyata Senang Melaknat Kalau Jalan Mereka Diembat
Ditambah Lagi Pengamen Menyanyikan Lagu Yang Itu-itu Saja
Tiap Mereka Melewati Jalan Yang Sama
Semua Mereka Acuhkan
Tak Perduli 6 Milyar Penduduk Egois Bersuara Lantang
Hanya Ingin Bertemu Bidadari
Di Event Yang Mendatangkan Si Bidadari Itu
Mereka Melangkah Cepat
Seolah-Olah Tak Mau Terlambat Melihat Bidadari Sedang Mandi
Tetapi Sesampainya Mereka
Cuma Pajangan Fotonya Saja Yang Terus Tersenyum
Tergantung Ditiap Dimana Tubuh Mereka Berdiri
Bidadarinya Sudah Pergi
Mungkin Si Bidadari Kebelet Pipis
Menyaksikan Mimik Manusia Yang Dilihatnya Dibumi Seperti Kloset
Si Dua Anak Manusia Kucel Lunglai
Dengkul Terasa Kosong
Kaki Tak Bertulang
Kecewa Yang Mereka Rasakan
Membuat Mereka Terus Memaki Nasib Mereka
Awalnya Seliweran Berharap Ketemu Bidadari Kesasar
Dipinggir Kali
Gagal
Ada Event Mendatangkan Si Bidadari Yang Bukan Kesasar
Berjumpa Tak Jadi Malah Sibidadari Sudah Pergi
Gagal Total
Mencari Sensasi
Dikegilaan Tak Bertuju Pasti
Diposting oleh
My Imagine Exploring
Label:
4 desember 2010 : Dian Sastrowardoyo
Jumat, 24 September 2010
di
03.23
|
segalanya yang kau ambil dengan paksa kau buang sejauh daya tak peduli ini adalah rasa
dari kejauhan kuhanya bisa melihatmu, memperhatikanmu yang hanya mampu mempermainkan kehidupan, tak berfikir ada aku, dia dan mereka kau tersenyum bukan sebagai keindahan yang kau simpan untuk kau bagi tertawamu nyaring bergetar memecahkan sunyi yang kau ciptakan sendiri tak terfikir olehku sejak kapan aku menyukaimu menyukai ketakpadanku denganmu selalu berhasrat menyelami dirimu yang tersembunyi misterius menyimpan banyak racun dan duri duri diam-diam dalam hening coba kufahami makna apatisnya dirimu diam diam dalam hening pula ku membodohkan diri yang menyukai tingkah liarmu diam-diam mencintai memang kebodohan
sesekali mata bertemu tapi senyum tak sempat beradu kau mengalihkan mata pada salju ku tundukkan mata dalam sendu kuingin masuki lorong matamu melihat jiwamu terdalam menyibak jendela hatimu perlahan tapi tirai tebal kau tutupkan
apa aku harus lafalkan jimat jampi-jampikanku dengan ayat agar kutersadar, kumencintai iblis yang coba bermunajat menyembah-nyembahmu seperti ibadat kebodohan apa lagi yang kubuat menyukaimu begitu hebat yang memiliki senyum tersadis yang meyuburkan sifat apatis
cinta diam-diam memang kebodohan
segalanya yang kuberi dengan cinta kutak peduli kau buang sejauh daya ku tak peduli ini adalah rasa
rasa 'CINTA DIAM_DIAM'
Diposting oleh
My Imagine Exploring
Minggu, 02 Mei 2010
di
20.12
|
tanpa sebuah harapan berlebihan
seorang anak yang hidup dibawah tekanan ternyata mampu bertahan sampai usianya menjelang 21 tahun
tatkala tak satupun makhluk hidup menganggapnya ada, dia tetap berusaha tersenyum dibayang-bayang getir yang menyiksa
hanya ada dua tangan yang benar-benar menopang lemah tubuhnya, dua orang bidadari yang mewarnai tiap satire kehidupannya
tiap tiap mereka tak pernah tahu arti pedih senyum manis yang mereka puji-puji
dia cuma tak ingin merasa orang lain murung dengan murungnya dia
begitu banyak rahasia yang dia simpan direlung hatinya
terkadang dia menyimpannya dalam rangkaian kata-kata yang ia simpan dikotak ajaib miliknya
dimana duka dan suka dia torehkan dikertas putih bergaris darah dengan tinta air mata
tak ada yang mengetahui dimana ia menyimpan kisah hidupnya
tak ada yang mengerti makna rangkai kata yang dia torehkan didinding bisu kamarnya
tak ada yang mengetahui betapa hampanya hidupnya hanya berteman buku sekolahnya
belajar dan berharap kelak buku itu membawanya ketitik terang cahaya
ketika anak-anak seumurannya sibuk bermanja-manja dengan keluarganya
menghabiskan waktu dengan tertawa tawa suka
ia malah sibuk menangisi telapak tangannya yang menengadah dihadapan tuhannya
berharap saudara-saudaranya sadar dan menganggapnya berguna dilahirkan kedunia fana
ia berfikir perbedaan apa yang ia miliki sehingga mata sinis semakin tajam menyayat perasaannya yang cuma ingin dianggap ada
pembelaan dua orang bidadarilah yang membuat dia bertahan
rasa sayangnya melebihi rasa sayang orang yang dia kenal semasa hidupnya
kalau sayang seseorang bisa dipura-purakan tapi mereka seperti tak tahu bagaimana berpura-pura sayang padanya
sampai jauhpun mereka seakan tak rela melepasnya
tapi ia tak hanya inginkan itu berlebihan
karena ia tak pernah berharap berlebihan
ia cuma ingin sayang yang hilang dimasa kanak-kanaknya terbayar dengan sayang yang ikhlas dari saudara-saudaranya menjelang usianya 21 tahun
walaupun inginnya tak berlebihan tapi sampai usianya menjelang 21 tahunpun harapan itu hanya sebuah ambisi sesat yang bakal menghancurkan pribadinya yang telah menguat
yang juga bakal menghancurkan kedewasaan yang ia bangun diatas semangat orang yang tak berpura-pura menganggapnya hebat
sejak kecilnya ia hanya ingin membuat bahagia orang-orang disekitarnya
dengan berusaha berprestasi diatas titik nol support orang-orang yang ia harapkan
meski jatuh sampai dititik nadir kepesimisan ia tetap berusaha menunjukkan kalau ia bisa
meski tak berharap mereka berkata "INI DIA ADIKKU"
pujian bukanlah harapan yang dia sampaikan kepada tuhannya
bukan pula doa yang ia panjatkan setiap saat ia menitikkan air matanya
dia sebenarnya punya hati yang gagah
tak sekalipun menganggap penting kecilnya masalah
hanya saja dia yang tak punya kompas pengarah
terlihat seperti orang yang lemah
karena tak pernah dianggap berharga menjadikan dia punya amarah
meledak ledak kadang tak terarah
sampai menjelang 21 tahun persepsi kedewasaan miliknya berbeda dengan kedewasaan orang lain
dia menganggap inilah kedewasaanku
kedewasaan seseorang yang kehilangan kisah suka
kedewasaan seseorang yang berharap dicinta
kedewasaan ekstrim yang jauh dari definisi kedewasaan orang yang mengenalnya
yang tak lebih dari kekanak-kanakan yang dibalut usia tua
tapi ia cuma ingin menjelaskan kalau dia sampai seusia ini
bertahan setua ini adalah hasil perjalanan hidup yang tak lengkap, rampung seperti essai yang harus diisi
diisi dengan kasih sayang yang direnggut karena perbedaan yang tak teresensi
diisi dengan cinta tulus yang tak diberi karena terlahirnya ia mungkin tak di ingini
tapi satu yang tetap ia ingin proklamirkan
bahwa ia adalah
seorang anak yang hidup dibawah tekanan ternyata mampu bertahan sampai usianya menjelang 21 tahun
tanpa sebuah harapan berlebihan
Diposting oleh
My Imagine Exploring
Kucoba Rasakan Aliran Darahmu Mengalir Ditubuhku
Menyempurnakan Tiap Senti Denyut Nadiku
Membantu Jantungku Berdegub Beraturan
Mengatur Nafasku Keluar Perlahan
Coba Fahami Mendalam Arti Titisan Daging
Melekat Disusunan Tulang Yang Kuat
Coba Resapi Arti Titisan Paduan Hati
Melekat Diantara Tulang Yang Bersekat
Menelusuri Makna Kelahiranku
Menerawang Tujuan Kehidupanku
Sampai Aku Tahu
Ditiap Tetes Air Matamu
Ditiap Peluh Tubuhmu
Ditiap Keluh Bibirmu
Ditiap Doa Yang Kau Lantunkan
Ditiap Senandung Yang Kau Nyanyikan
Ditiap Harapan Yang Coba Kau Tuliskan
Kau Hanya Fikirkan ke-BAHAGIA-an Didiriku
Darahmu Adalah Darahku Menginginkan Darahmu Didarahku 'BAHAGIA'
Nadimu Adalah Nadiku Menginginkan Nadimu Dinadiku 'BAHAGIA'
Jantungmu Adalah Jantungku Menginginkan Jantungmu Dijantungku 'BAHAGIA'
Nafasmu Adalah Nafasku Menginginkan Nafasmu Dinafasku 'BAHAGIA'
Dagingmu Adalah Dagingku Menginginkan Dagingmu Didagingku 'BAHAGIA'
Tulangmu Adalah Tulangku Menginginkan Tulangmu Ditulangku 'BAHAGIA'
Hatimu Adalah Hatiku Menginginkan Hatimu Dihatiku 'BAHAGIA'
BAHAGIA-ku Adalah DOA-mu
DOAku Adalah Ke-BAHAGIA-anmu
Karena BAHAGIA-mu Adalah BAHAGIA-ku
Itulah Makna Kelahiranku Yaitu Untuk Ke-BAHAGIA-anku
Dan Inilah Tujuan Kehidupanku Yakni Untuk Mem-BAHAGIA-kanmu
Diposting oleh
My Imagine Exploring
Selasa, 16 Februari 2010
di
23.56
|
Asap dimana mana! begitulah kondisi belajar yang kurasa sekarang,,, cukup aneh memang kampus seelit ini (menurutku) kegiatatan belajar mengajar masi harus berperang dengan masalah masalah alam ( alam gak ya?)
eitss bukan ruangannya ditimbun longsor atau ambruk dihajar puting beliung tapi ini lebih tragis (huahaha, Alay) masak ia siang bolong kek gini ada kabut (yah bisa sih, kalau hutan bukit lawang kebakaran) tapi hal ini bukan karena itu tapi karena keisengan orang tak bertanggung jawab yang membakar sampah tepat didepan kelas sebenarnya bukan salah pegawai yang membakar sampah tapi kenapa tempat pembakaran sampah gak jauh jauh dari pekarangan kampus arggh,,, akhirnya, karena asap yang masuk keruangan menjadikan wajah dosen yang mengajar jadi butek kek air sungai yang dikucek pake tanah liat (heuheuheu)
Dengan wajah yang samar sang dosen mulai menunjukkan ketidak senangannya dengan kondisi tak mendukung ini, yaitu : a) mati lampu +AC mati= panas b)mati lampu + proyektor mati = baca manual c) Siang2 + Bakar sampah = Ruangan Berkabut, Bau sampah, Suhu udara makin panas
gak salah kalau crew 42 d'Brandalz + mahasiswa/i autis lainnya berlebay ria minta pulang, ada yang pake gaya artis, kipas kanan kiri sambil ngoceh 'asapnya ganggu banget, benar benar polusi' Ada yang gaya cinta laura 'mana asap, gada AC, puanas puanas' ada yang gaya kupu-kupu (renang opo kui?)
eh ada yang aneh, salah satu crew d'Brandal siapa lagi kalau bukan Faisal 'Autis' Lubis, yang lain pada cari jalan gimana caranya supaya dosen memutuskan tuk pulang, eh dia malah cari cara supaya 'rubik' yang dimainkannya selesai (betul_betul autis khan? Hmmm)
Eh, ternyata udah pulang! Sebenarnya aku tidak lebih normal dari temanku yang autis tadi, toh dari awal kuliah ampe dah berakhir aku masih sibuk nulis catatan ini menurut kalian siapa yang 'lebih' autis,,,
wkwkwkwk prikitiw gubraaaaaak
Diposting oleh
My Imagine Exploring
Label:
KULIAH
Baluran Cahaya Kunang Kunang Tersesat
Mencari Arah Dimana Gelap Terdamai Tuk Bertempat
Akhirnya, Ditangan Seorang Pengelana
Ia Bertengger Diantara Dukanya
Kunang Cahayakan Wajahnya
Pengelana Benar Benar Sendiri
Berkelana Seumur Malam
Berteman Sang Kunang
Pengelana Hendak Temukan Cahaya Abadi Bukan Temaram
Kunang Kunang Inginkan Malam Sepanjang Zaman
Pengelana Cari Cahaya Sepanjang Musim
Persahabatan Indah Itu Begitu Semu Hanya Terbatas Ingin Yang Berbeda
Karena Bisu Sang Kunang
Pengelana Tak Tahu Bahwa Kunang Tak Ingin Gelap Berakhir
Disisi Lain Sang Pengelana Tak Mau Gelap Berpanjangan
Kunang Ingin Cahayakan Hidup Pengelana Dengan Sinarnya
Tapi Pengelana Sadar Itu Tidaklah Selamanya
Dihati Sang Kunang Hanya Takut Kehilangan Warna Dihari Terang Dan Kehilangan Tempat Bertengger Terdamai
Tapi Bagi Kelana Gelap Adalah Kesedihan Tak Terdefenisi
Luntang Lantung Berkelana Tak Bertuju
Menjadikan Cahaya Kunang Kunang Tempat Menambah Doa
Menjadikan Cahaya Kunang Kunang Wadah Menambal Duka
Menjadikan Cahaya Kunang Kunang Ruang Menambah Ibadah
Nb : Sebuah Ibarat, Dunia Penuh Gemerlap (Kunang Kunang) Dan Pengelana (Manusia) Adalah Persahabatan Semu Yang Berlainan Kehendak, Manusia Inginkan Cahaya Abadi (syurga) Sementara Dunia Inginkan Manusia Tetap Yakin Bahwa Gemerlap Dunia Adalah Selamanya Yang Sebenarnya Gelap (Neraka) Dan Fana. Jadi Alangkah Baiknya Manusia Menjadikan Gemerlap Dunia Ladang, Doa, Amal dan Ibadah Pada_Nya.
Diposting oleh
My Imagine Exploring
Sabtu, 13 Februari 2010
di
06.16
|








(13 februari 2010:14.21, di gramedia) Tak seperti biasanya, setelah jalan sana jalan sini (kek setrikaan lama lama yah) dilantai dua gramedia tak satupun judul buku yang menarik minatku, padahal setiap memasuki gudang ilmu ini aku bisa tahan sampai 7 jam berdiri (kehabisan tempat duduk seh...maklum baca gratisan! heuheuheu) dengan beragam judul buku (padahal kebanyakan baca buku 'cari arti mimpimu' wkwkwkwk) tapi sekarang kenapa gak ada gairah yak?
'bengawan solo, tumbuh di aceh' (nah lo, itu bungo jumpo kale) suara cacingku berkeroncong ria,,, hah cacing ini keknya bisa ngeliat juga soalnya lima menit mundur kebelakang mata ini sempat liat cake (sebenarnya gambar sampul buku seh) yg dipegang ibu-ibu yang sepertinya mau belajar buat kue tart (dengan lagak sotoy)
Sebelumnya (13 februari 2010, 08:45, dirumah) Menggeliat ditempat tidur tanpa fikir aktivitas penting hari ini sedang menunggu hoammm (sambil tutup mulut, takut abangku yang lagi tidur gak bangun2 karena nyium aroma jigong, kekeke) setelah agak waras barulah tersadar
'mati aku hari ini khan ada seminar jam 09.00, oh! Noooo' (ne gara-gara beyonce tak membangunkanku)
Periksa hape periksa hape, ada 4 panggilan tak terjawab yang ternyata adalah panggilan dari sahabat baik (David fataya zega) yang hari sebelumnya udah janjian mau datang cepat buat seminar
'haduh gimana neh', fikiranku tampak kacau balau (emang dari dolo kale,,heuheuheu) karena jam bulat dikamarku sudah menunjukkan pukul 08.55
(tanpa fikir untuk ngupil) cepat-cepat kuambil handuk maka dengan ajian 5 timba air mengguyur akupun selesai mandi (gak sempat lulur, gak sempat relaksasi, gak sempat facial,,,ne mandi apa nyalon seh, heuheuheu) masuk kamar siap-siap pakai baju
Eh tiba tiba my special some body ( R****) sms nanya aku ikut seminar atau gak, dengan hati berbunga-berbunga spesial imlek (bunga apa tu namanya, hallah) ku retry smsnya dan bilang kalau aku akan datang (datanglah, kedatanganmu kutunggu, huahaha)
setelah selesai berpakaian dan kuanggap pantas (padahal abangku selalu bilang baju apa saja aku gak pantas makainya malah katanya sama saja seperti gak pake baju -DEKIL- , jant negativ dulu, maksud abangku gak pake baju tapi tetep pake boxer,,,huhuhu)
Kuambil sepatu gembelku dari tempat sepatu yang sepertinya umurnya lebih tua dari aku (gak penting amat, heuheuhe) , dan nyusss, mana sapu terbangku (huahahaha, perasaan Harry potter)
Eh koq aku ngerasa ada yang kurang, oh ia, parfumku! ntar ketauan lagi kalo aku mandi 5 timba doang (padahal pake parfum ato gak tetap aja 'mbeeeek' heuheuhe)
Lliat jam dulu, hah sudah jam 09.00, ne jam hape cepet amat, gumamku! Mana dompetku, mana tasku, mana headsedku, mana celana dalamku (ups, salah ketik lagi! Efek buru-buru neh, heuheu)
(13 februari 2010:09.15, dikampus) Terereng,,,ku dah nyampe kampus neh! Dan seperti biasa harus panjat tebing dulu, eh naik tangga maksudnya, (yaiyalah secara ruangannya dilantai dua, masa' yaiya dong panjat gedung, gak lucu kale hahahaha) dan seperti petir, duarrrr aku dah bergabung di barisan gank 'crew 42 d'brandalz' ( jelek amat namanya koq gak 'crew 42 d'Dai' seh, khan lebih aku banget,,,heuheuheu) temanku (David Fataya Zega) sempat terkejut dan nanya 'mbe, cepat banget kau sampai! padahal baru 13 menit yang lalu ku sms dan bilang kau masih mandi' aku lantas senyum-senyum misteri (sebenarnya aku mau bilang seh kalau aku pakai sapu terbang, tapi takutnya gada yang percaya , yaiyalah yang percaya mah pindah agama deh,,,hahahahaha) eh ada satu lagi keuntungan yang belum kuceritakan, ternyata dosen pembimbingnya belum dateng (untuk kedua kalinya yang sebelumnya udah dibahas di cerita pertama, dengan air mata berkaca-kaca, bilang! Syukuuuuuuuuur (dengan mulut monyong ya bacanya)huahahahaha)
(13 februari 2010: 9.30, Di ruang seminar) Semua mata tertuju padanya (cem iklan miss indonesia aja, heuheuheu) napa enggak secara dosen pembimbingnya berkualitas banget, disiplin, jenius, dan sangat dicintai mahasiswanya (kalo istilah dalam perikanan laut ada yang disebut 'KILLER SHARK kalau dalam kampus ndag tau deh, hehehe) sampe-sampe gak ada satupun mahasiswanya bersuara kecuali beliau, dosen pembanding, dan mahasiswa yang dibimbingnya 'gila gak tuh (gila banget khan man,heuheu) , ruangannya dah acem dipemakaman umum fokuuuus abissss waktunyapun keknya dah se abad didalam ruangan (sampe berfikir, mudah-mudahan ada bunyi 'kebakaran, kebakaran', supaya selesai ne seminar)
(13 februari 2010: 11.20, diparkiran) Setelah sebelumnya berada ditempat terpanas dan terpadat diwilayah kampus (baca : Pajak Usu) untuk nemani 'Satria Hendra Syahputra' Nyuciin fotonya yang tak seberapa untuk persyaratan ngurus beasiswa (keknya ngebet banget ne anak ngurus beasiswa, apa jangan2 dia mau beli blackberry yak? Wuahahaha, pisss Satria)
maka Aku, Faisal Ridho Lubis, David Fataya Zega, dan tentunya Satria Hendra Syahputra eh ada satu lagi, ini siapa yah koq bentuknya aneh tidak seperti kami, Rambutnya panjang berbando, pake tas prada yang katanya seh asli, terus jalannya bak putri,,, siapa dia? (lenggang melenggang anak mami jalan jalan,,,eh eh siapa dia,,,,jadi teringat tahun 80_an,,,)
jreng jreng jreng ternyata sang penyusup dari salah satu 'crew 7fg (funtastic girl)' ibarat sailoor moon kartun jepang zaman2 purba, dia ngakunya sebagai 'funtastic "energik" girl' (Rika Ayu Trisusanti) (hueks)
kenapa dia nyangkut-nyangkut di 'crew 42 d'Brandalz' yak? (yaiayalah, secara sasuke 'pacarnya' salah satu 'crew 42 d'Brandalz' (Faisal Ridho Lubis), dah berasa anima jepang hidupku gara2 sosok mereka berdua, wkwkwk)
sebelum tiba diparkiran kami nyusun rencana mau nyambangi tempat apa, dengan merengek (merengek gak yah, hehehe) si 'funtastic"energik" girl' ngajak kepantai,,, ada yang bilang ke sembahe (keknya nto sungai lah) ada yang nyarankan ke pantai cermin (ada gak woy,,,keknya nggak adalah! Heuheu) tapi dari lubuk hatiku terdalam aku pengen ke pantai 'kute bali' tapi tak aku sampaikan (eng ing eng, takutnya aku dibilang error lagi! Kekekeke)
Tapi dengan semangat 45 aku ngajak mereka ke gramedia, itung itung nambah ilmu (hueks) dan keknya gada yang nanggapi ajakanku,,,, ya sudahlah (hufh) , tapi (yaelah, tapi lagi tapi lagi, sekale-kale 'Namun' nape?) ternyata bang david (David Fataya Zega) mau,,, akhirnyaaaaa,,, tanpa berfikir 3 makhluk aneh itu mau ikut atau gak, kamipun melaju menuju gramedia,,, sandtae_sandtae ngobrol di motor sambil liat kejadian kejadian lucu dijalan raya (seperti ada cewek yang motornya diserempet anak ABG SMP, Ngomel_ngomel! Hehe)
eh, tau taunya diperempatan jalan 3 lutung kasarung muncul (Faisal Ridho Lubis+Rika Ayu Trisusanti dan Satria Hendra Syahputra: aneh khan tiba-tiba muncul, yang awalnya gak ada reaksi mau atau gak,,,ya memang aneh!(pissss,,,teman-teman terbaikku, cuma buat lucu-lucuan ja) Heuheuheu)
(13 februari 2010: 11.50) INTERMEZZO (cem pelem india ajalah)
(13 februari 2010:14.30) Tak tertahan lagi, akhirnya kuputuskan untuk ngajak pulang teman-teman, setelah liat buku yang dipegang si ibu tadi yang gambarnya kue, perutpun tak bisa diajak kompromi soalnya 'LAPAAAAAAAR'
Udah keriting belum rambutnya baca note aku sepanjang ini? Huahahaha sebenarnya aku cerita panjang lebar selebar hamparan gurun sahara sepanjang sungai nil, gak ada sangkut pautnya sama apa yang mau kusampaikan inti dari cerita ini aku cuma mau bilang
:Kalau aku belum makan sejak bangun pagi pas buru-buru kekampus, emang seh ada sekotak kue waktu seminar tadi, tapi itu gak cukup buat ganjal perut, pas di gramedia aku juga lupa kalau perutku belum diisi, sampai sicacing nyanyi keroncong 'bengawan solo' yang dipadukan dengan 'bungo jumpo dari aceh' itupun setelah mata liat gambar cake tart dibuku yang dipegang si ibu-ibu, sampai cerita ini diterbitkan jam 4 sore baru perutku terisi.
Jadi, Tolong saya pak beri saya nasi, 3 hari 3 malam belum makan pak/buk (dengan gaya mengemis, baju compang camping, muka dekil, huahahahahahaha)
gubraaaak prikitiw
Diposting oleh
My Imagine Exploring
Label:
diary februari 2
Jumat, 12 Februari 2010
di
08.26
|


Ketika Bunda Mereka Berdongeng Cinderella Bundaku Bacakan Juz `Amma
Ketika Bunda Mereka Ajak Tamasya Bundaku Ajak Kehuma
Ketika Bunda Mereka Menanam Bunga Bundaku Tanam Palawija
Ketika Bunda Mereka Beli Mainan Bundaku Beli Al_qur'an
Ketika Bunda Mereka Memasak Rendang Bundaku Memasak Pisang
Ketika Bunda Mereka Buat Arisan Bundaku Buat Celengan
Ketika Bunda Mereka Tempahkan Baju Baru Bundaku Menjahit Baju Lamaku
Ketika Bunda Mereka Tertawa Haru Bundaku Menangis Sendu
Ketika Bunda Mereka Inginkan Anaknya Dipuji Bundaku Inginkan Aku Mandiri
Ketika Bunda Mereka Ajarkan Kesenangan Hidup Bundaku Ajarkanku Bertahan hidup
Bundaku,
Beranjak Fahamku
Dirimu Beritahu
Katamu Bunda Mereka
Selembut Awan
Sekasih Bumi
Sesayang Lautan
Bahagiakan Anaknya Dengan Cinta Dan Keinginan
Dirimu Bilang
Bunda Mereka Sehebat Pahlawan
Seiring Tetes Airmatamu
Jangan Bersedih Bundaku
Dikau Adalah Syurgaku
Seluas Langit Takkan Cukup Sebagai Kertas
Seluas Laut Takkan Cukup Sebagai Tinta
Tuk Tuliskan Ketegaranmu
Dan Hamparan Bumi Takkan Sanggup Menampung Ketulusanmu
Sedangkan Karang Takkan Bisa Imbangi Ketangguhanmu
Bunda Mereka Memang Sehebat Pahlawan Bumi
Tapi Takkan Sehebat Dikau Bagiku Bidadari Syurgawi
Aku Anakmu Tak Inginkan Dongeng Cinderella
Garis Tawamu Yang Kuinginkan Merona
Tersenyumlah Bunda
Ini Anakmu, Akan Menghargai Makna Hidup
Lewat Perjuanganmu Selipkan Dihatiku
Dirimu Adalah Iga Kiri Ayahku
Tapi Dirimu Adalah Detak Jantungku
Bahagiaku Akan Runtuh Tanpa Restumu
Teruntukmu Bunda.
22 Desember 2009, Selasa : 01.37 Dini Hari Happy Mother's Day
Diposting oleh
My Imagine Exploring
Diposting oleh
My Imagine Exploring
|
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates
|